Tribun Pesawaran

Pemkab Pesawaran Turunkan Alat Berat Normalisasi Sungai Penyebab Banjir

Pemkab Pesawaran menerjunkan alat berat, eskavator untuk menormalisasi Sungai Way Semah.

Tribunlampung.co.id/Didik
Alat berat yang digunakan untuk membersihkan lumpur-lumpur di jalan sedang beroperasi. Pemkab Pesawaran Turunkan Alat Berat Normalisasi Sungai Penyebab Banjir 

Dia mengungkapkan, tim tanggap darurat bencana juga telah mendirikan posko kesehatan dan dapur umum. Pendirian posko di titik-titik banjir.

Sejumlah bantuan telah digulirkan seperti air bersih, nasi bungkus, beras sekitar 2 ton, air mineral, mie instan, selimut dan obat-obatan.

Pemkab masih menginventarisir nilai kerugian yang diakibatkan oleh banjir.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak tujuh desa di Kabupaten Pesawaran dilanda banjir, Kamis, 23 Januari 2020 dini hari.

Kepala BPBD Pesawaran Mustari mengungkapkan, banjir tersebut terjadi akibat hujan lebat turun di wilayah Bumi Andan Jejama sejak, Rabu, 21 Januari 2020 sore.

"Banjir terjadi mulai Kamis dini hari," ungkap Mustari, Kamis, siang.

Dia mengungkapkan, ketinggian air yang merendam enam desa di Kabupaten Pesawaran berkisar 40 senti meter sampai dengan 2 meter.

Karena, lanjut dia, topografi wilayahnya berbeda-beda sehingga ketinggian air yang merendam itu berbeda-beda.

Dia mengungkapkan, wilayah desa yang paling banyak terdampak banjir yakni Kecamatan Gedongtataan.

Menurut dia, ada empat desa yang dilanda banjir.

Yaitu Desa Bagelen, Desa Sukaraja, Desa Gedongtataan, dan Desa Karang Anyar.

Wilayah terdampak lainnya adalah Kecamatan Negri Katon di dua desa.

Yaitu Kagungan Ratu dan Purworejo. Lalu, Kecamatan Way Lima di Desa Batu Raja. (Tribunlampung.co.id/Robertus Didik Budiawan Cahyono)

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved