Tribun Metro

Aliri 100 Hektare Sawah di Metro, Pemkot Akan Bangun 7 Sumur Bor

Pemerintah Kota (Pemkot) Metro mewacanakan pembangunan sumur bor untuk mengantisipasi kekurangan air bagi lahan pertanian di wilayah setempat

TRIBUN LAMPUNG/INDRA SIMANJUNTAK
HASIL PANEN - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Wali Kota Achmad Pairin meninjau hasil panen di kawasan Sumbersari, Metro Selatan, Senin (27/1). 

Aliri 100 Hektare Sawah di Metro, Pemkot Akan Bangun 7 Sumur Bor

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Pemerintah Kota (Pemkot) Metro mewacanakan pembangunan sumur bor untuk mengantisipasi kekurangan air bagi lahan pertanian di wilayah setempat saat musim kemarau.

"Kita rencanakan pembangunan tujuh sumur bor. Ini mengingat sekitar 100 hektare lahan sawah tidak bisa ditanami karena kekurangan air. Salah satu solusinya, kita akan buat sumur bor," beber Wali Kota Achmad Pairin, Senin (27/1).

Dijelaskannya, Bumi Sai Wawai memiliki target tanam seluas 2.980 hektare. Karena itu, untuk menutupi kekurangan air pihaknya akan bangun sumur bor. "Nah, dari satu sumur yang akan kita bangun, nanti minimal bisa untuk mengairi 10 hektare sawah," katanya lagi.

Silpa Rp 67 Miliar Pemkot Metro Didapat dari Dana Bagi Hasil Pemprov

Ia menambahkan, program bantuan sumur bor rencananya direalisasikan pada tahun anggaran 2021. Sehingga nantinya, diharapkan tidak ada lagi warga yang kekurangan air saat musim kemarau tiba.

"Kalau kemarin kita tidak bisa tanam padi sekitar 100 hektare, mudah-mudahan tahun yang akan datang tidak lagi," imbuhnya. Pairin juga mengucapkan terima kasih kepada para petani Kota Metro atas keberhasilan panen tahun 2019.

Bupati Achmad Pairin akan Panggil Dinas Perairan dan Pertanian

Meski luas tanam berkurang 100 hektare, namun hasil panen padi cukup baik. "Saya dan pemerintah daerah bersyukur dengan hasil panen ini. Karena dengan target dari provinsi, kita bisa melebihi target," tuntasnya.

Pertanian Jadi Prioritas

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menekankan jika pertanian merupakan salah satu sektor yang menjadi prioritas pembangunan Provinsi Lampung. Ini mengingat cukup besarnya peluang dan potensi yang masih dapat dikembangkan dan didayagunakan untuk peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

"Pemerintah Provinsi Lampung juga menetapkan komoditas unggulan daerah, di antaranya padi, jagung, bawang merah, dan cabai. Selain itu, karet, kelapa sawit, dan lada serta sapi, kambing dan ayam," bebernya saat panen raya di Sumbersari, Metro Selatan.

Upaya pengembangan komoditas unggulan daerah, terus Arinal, akan menjadi perhatian serius semua pihak sehingga dapat membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Pemerintah Provinsi Lampung segera melakukan upaya peningkatan kesejahteraan petani melalui Program Kartu Petani Berjaya.

Program tersebut akan menjamin ketersediaan pupuk dan benih, permodalan, dan penjualan produksi yang menguntungkan. "Dan rencananya pada bulan maret akan kita launching," tuntasnya. (dra)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved