Michael Jordan Emosional Dengar Kabar Kobe Bryant Meninggal
Kobe Bryant meninggal dalam kecelakaan helikopter di California, Amerika Serikat, Minggu (26/1/2020).
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Legenda NBA Michael Jordan mengungkapkan perasaan emosionalnya ketika mendengar Kobe Bryant meninggal dunia.
Kobe Bryant meninggal dalam kecelakaan helikopter di California, Amerika Serikat, Minggu (26/1/2020).
Helikopter pebasket LA Lakers medio 1996-2016 itu jatuh di kawasan Calabasas, yang berjarak sekitar 48 km dari Los Angeles.
Time mewartakan, ada sembilan orang yang meninggal dalam kecelakaan tersebut.
Sembilan orang itu termasuk Kobe Bryant dan anaknya, Gianna Maria Onore.
• Legenda NBA Kobe Bryant Tewas dalam Kecelakaan Helikopter, Ini Sederet Prestasinya
• Cuitan Terakhir Kobe Bryant sebelum Tewas Kecelakaan, Shaquille ONeal Terpukul
• Helikopter yang Ditumpangi Kobe Bryant dan Anaknya Sempat Keluarkan Suara Aneh
• Tak Ada yang Selamat, 9 Orang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter Kobe Bryant
Dunia olahraga, khususnya basket, berduka. Berbagai penghormatan pun muncul untuk Kobe Bryant.
Mantan rival Kobe Bryant, Michael Jordan, tak luput memberikan pernyataannya.
Michael Jordan mengaku kaget mendengar kabar meninggalnya peraih gelar juara NBA lima kali itu.
"Saya shock mengerti kabar tragis meninggalnya Kobe dan Gianna," ucap Michael Jordan, dikutip dari Business Insider.
"Kata-kata tidak bisa menggambarkan rasa sakit yang saya rasakan," tutur pemain Chicago Bulls era 1985-1998 tersebut.
Michael Jordan melanjutkan, ia sudah menganggap Kobe sebagai saudaranya sendiri.
"Kami terbiasa berbicara dan saya akan merindukan pembicaaran itu. Dia adalah rival sengit saya, salah satu yang terbaik dan creative force," ujarnya.
Lebih lanjut, Michael Jordan mengatakan, Kobe Bryant adalah sosok pria yang sangat mencintai keluarga.
"Kobe Bryant ayah luar biasa yang mencintai keluarganya dan bangga dengan anak perempuannya melebihi basket," ucap peraih MVP NBA empat kali itu.
Sementara itu, tujuh orang lain yang meninggal dalam kecelakaan helikopter Kobe Bryant belum diidenfitikasi.
Salah satu dari tujuh orang tersebut adalah pilot.
"Tidak sepenuhnya pantas untuk mengidentifikasi nama mereka saat ini," ucap Los Angeles County Sherriff, Alex Villanueva.
Kronologi Kecelakaan
Helikopter yang membawa legenda basket NBA Kobe Bryant sempat terbang rendah sebelum jatuh dan menewaskan semua penumpang.
Kecelakaan itu membuat Kobe Bryant meninggal dunia pada usia 41 tahun, Minggu (26/1/2020) pagi waktu Amerika Serikat.
Selain Kobe, satu pilot dan tujuh penumpang lainnya juga tewas di tempat, termasuk putri Kobe Bryant, Gianna "Gigi" Maria Onroe.
Dikutip dari situs web Los Angeles Times, terdapat satu orang saksi yang menyaksikan kecelakaan itu, yakni Jerry Kocharian.
Saat kejadian, Jerry sedang berada di luar gereja di daerah Canyon.
Dalam kesaksiannya, Jerry menilai helikopter yang membawa Bryant terlihat aneh karena terbang rendah.
"Suara dari helikopter itu tidak seperti biasanya dan terbang sangat rendah. Saya tidak bisa melihat dengan jelas karena memang kabut di sini sangat tebal," kata Jerry.
"Namun, tiba-tiba ada sebuah ledakan hebat dan terlihat pusaran api yang besar. Saya yakin tidak ada yang bisa selamat dari itu," ujar Jerry.
Helikopter yang ditumpangi Bryant berjenis Sikorsky S-76B yang dibuat pada tahun 1991.
Sikorsky S-76B terbang dari bandara John Wayne pada pukul 09.06 pagi waktu setempat.
Dalam catatan penerbangan, Sikorsky S-76B sempat melewati Boyle Heights, kawasan dekat Stadion Dodger, dan berputar di atas Glendale.
Menurut data Keamanan Penerbangan Nasional Amerika Serikat, helikopter jenis Sikorsky S-76B selama ini tidak pernah mengalami kecelakaan sebelumnya.
Alhasil, kabut tebal, terutama di perbukitan di atas Calabasas, kemungkinan menjadi penyebab utama kecelakaan helikopter ini.
Menurut Kepolisian Los Angeles, helikopter jatuh sebelum pukul 10.00 di dekat Virgenes Road atau tepatnya selatan Agoura Road.
Itu artinya, Kobe Bryant dan delapan korban lain melakukan penerbangan tidak sampai satu jam sebelum kecelakaan.
(kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com