Anak Kiai Jadi Tersangka Pemerkosaan Santriwati, Pondok Pesantren Buka Suara

Cerita-cerita syur yang cenderung menuduh MSAT merudapaksa santriwati asal Jateng itu bermula dari adanya open recruitmen tenaga kesehatan

grafis tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JOMBANG - Seorang anak kiai menjadi tersangka kasus pemerkosaan terhadap santriwati.

Anak kiai tersebut berinisial MSAT (44) yang merupakan putra kiai pondok pesantren Ploso, Jombang.

Penetapan tersangka terhadap MSAT setelah adanya laporan dari santriwati yang mengaku telah mengalami pelecehan seksual.

Pihak Pondok Pesantren pun angkat bicara mengenai hal ini. 

Melalui juru bicara keluarga ponpes, Ummul Choironi, Selasa (28/1/2020), mengklarifikasi semua tuduhan terhadap MSAT yang telanjur tersebar di media itu.

Polisi Tahan Santriwati yang Melahirkan di Pondok Pesantren, Bayinya Ditemukan Tewas di Baskom

Percakapan di Whatsapp Ungkap Kasus Pencabulan Terhadap Gadis Usia 14 Tahun

Pramugari Lion Air Alami Demam Usai Pulang dari China, Ini Penjelasan Maskapai

Anak Raja Arab Saudi Ditipu Jual Beli Tanah di Bali, Alami Kerugian Rp 512 Miliar

Sekjen DPP Organisasi Shidiqiyah ini menegaskan, dugaan perbuatan tak senonoh kepada santriwati berinisal MN tidak pernah terjadi.

Cerita-cerita syur yang cenderung menuduh MSAT merudapaksa santriwati asal Jateng itu bermula dari adanya open recruitmen tenaga kesehatan yang dikelola oleh Organisasi Pemuda Shidiqiah (Opshid).

Waktu itu, kata Ummul Choironi, Opshid sedang mencari tenaga kesehatan yang siap dikirim untuk mengabdi pada masyarakat kurang beruntung di pelosok-pelosok daerah.

Kesempatan itu juga terbuka bagi santriwan-santriwati ponpes tersebut.

Sedang MSAT yang menjadi guru pengajar di ponpes asuhan ayahnya itu, lanjut, Ummul, turut menjadi interviewer dalam prosesi open recruitmen tersebut.

Halaman
1234
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved