4 Gadis Belia Asal Bandung Dipaksa Layani 10 Pria Hidung Belang, Janjinya Cuma Jadi Pemandu Lagu

Kami harus melayani 10 orang dalam satu bulan. Saya juga diajak begituan empat kali.

Bangkapos.com/Yuranda
4 Gadis Belia Asal Bandung Dipaksa Layani 10 Pria Hidung Belang, Janjinya Cuma Jadi Pemandu Lagu. FOTO ILUSTRASI Gadis belia yang jadi korban perdagangan orang diamankan aparat Polres Pangkalpinang, Jumat (29/11/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID -- Empat gadis asal Bandung dipaksa layani 10 pria hidung belang dalam satu bulan. Para perempuan muda tersebut menjadi korban perdagangan orang di Kota Pangkalpinang.

"Kami harus melayani 10 orang dalam satu bulan. Saya juga diajak begituan empat kali. Untuk sekali main bayarnya Rp 300 Ribu. Nah, kalau menginap bayarnya jadi Rp 500 ribu," ungkap ARS, gadis belia asal Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (30/1/2020).

Wajah manisnya mendadak berubah menjadi lesu ketika diamankan aparat Polres Pangkalpinang di kawasan lokalisasi Teluk Bayur, Kota Pangkalpinang.

Dia mengaku menjadi korban penipuan.

Saat berada di sebuah terminal di Kabupaten Bandung, dia disapa oleh seorang wanita yang belakangan ternyata muncikari.

Terbongkar Praktik Prostitusi di Bawah Umur via Michat di Apartemen, Korban Alami Penyiksaan

Avriellia Trauma Kasus Prostitusi Online Bareng Vanessa Angel, Ungkap saat Ditangkap di Jalan Tol

"Awalnya mau naik angkot dipanggil oleh ibu-ibu, ditawari bekerja di Bangka sebagai pegawai karaoke. Ternyata layani laki-laki," kata ARS..

Kemudian, cewek berkulit putih ini dibawa ke Pangkalpinang.

"Ibu-ibu bernama Ica menitipkan kami di sini. Kami disuruh melayani tamu. Padahal janjinya hanya pemandu lagu," ujarnya di Ruang Unit PPA Polres Pangkalpinang.

Selama hampir satu minggu di lokalisasi, dia berutang Rp 3,4 juta.

"Itu untuk biaya tiket, membeli baju dan alat make up. Dan utang makan dan tempat tidur, " tambahnya.

Halaman
1234
Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved