Dugaan Korupsi Dana Desa di Mesuji

Bukannya Ditransfer, Oknum Kades di Mesuji Malah Kantongi Dana Desa dan Bumdes Rp 123 Juta

Penyimpangan dana yang dilakukan Istamam (54) saat menjadi kepala Desa Muara Mas, Kecamatan Mesuji Timur, Mesuji, dibenarkan sejumlah saksi.

Tribun Lampung/Hanif
Persidangan perkara dugaan korupsi dana Bumdes Muara Jaya, Desa Muara Mas, Mesuji Timur, digelar di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Jumat (31/1/2020). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Penyimpangan dana yang dilakukan Istamam (54) saat menjadi kepala Desa Muara Mas, Kecamatan Mesuji Timur, Mesuji, dibenarkan sejumlah saksi.

Sekdes Muara Mas Sudarno mengatakan, Istamam tidak menggunakan dana Bumdes sesuai alokasinya.

"Dari kementerian Rp 50 juta, dari dana desa Rp 73 juta. Dana itu turun, dicairkan oleh kepala desa," bebernya dalam persidangan perkara dugaan korupsi dana Bumdes Muara Jaya, Desa Muara Mas, Mesuji Timur, yang digelar di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Jumat (31/1/2020).

Sudarno menjelaskan, Istamam tidak mentransfer dana desa, melainkan dikuasainya sendiri.

"Kenyataannya tidak transfer, dipegang beliau," tandasnya.

Begini Modus Kades di Mesuji Simpangkan Dana Desa Rp 123 Juta

Setor Dana Bumdes Rp 50 Juta ke Kades, Ketua dan Bendahara Diberi Imbalan Rp 800 Ribu

Chandri dan Sumarju Saeni Pensiun, Sekprov Lampung: Terima Kasih

Simpan Sabu Dalam Kotak Rokok, Pemuda asal Panjang Diciduk Polresta Bandar Lampung

Arif Suwantoro, bendahara Desa Muara Mas, mengatakan, Istamam langsung mengambil dana tersebut.

"Diambil tunai. Alasannya akan diserahkan ke ketua Bumdes. Tapi kenyataannya tidak," katanya.

Arif mengaku tak berani menanyakannya kepada Istamam.

"Dia sebagai penguasa dan saya jadi bawahan. Masa saya nanya dananya. Tapi memang gak ada bentuknya," tutur Arif.

Gelapkan 123 Juta

Halaman
1234
Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved