Tribun Metro

Musim Tanam I di Kota Metro Dipercepat Tuntas 15 Maret

Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro berkomitmen melakukan percepatan musim tanam (MT) I Tahun 2020.

Musim Tanam I di Kota Metro Dipercepat Tuntas 15 Maret
Tribunlampung.co.id/Dedi
ilustrasi 

Musim Tanam I di Kota Metro Dipercepat Tuntas 15 Maret

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro berkomitmen melakukan percepatan musim tanam (MT) I Tahun 2020.

Kepala DKP3 Metro Hery Wiratno mengatakan, pihaknya menargetkan pada 15 Maret petani di Metro telah tutup MT I atau biasa disebut masyarakat musim tanam rendeng di lahan seluas 2.980 hektar.

Panen 47 Ribu Ton Gabah, Kota Metro Diminta Pemprov Pertahankan Lahan Sawah

"Jadi kita sudah ada desain yang akan kita lakukan untuk bisa tutup tanam pada 15 Maret. Saya yakin para penyuluh, kabid dan stake holder bisa memberikan kontribusi yang terbaik untuk peningkatan pendapatan petani," ujarnya, Rabu (5/2).

Ia menjelaskan, MT III 2019 sudah baik. Dimana produksi tinggi dibarengi dengan harga jual yang tinggi. Karenanya, diupayakan musim tanam tahun ini juga dapat meraih sukses serupa. Dengan hasil panen yang maksimal.

Kabid Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Herman Susilo menambahkan, sebagai antisipasi terhadap serangan hama atau penyakit yang mungkin ada, ia meminta petani agar mengikuti rekomendasi dari penyuluh berdasarkan kajian terhadap pelaksanaan demonstrasi plot (demplot) penyuluh musim tanam.

"Patani harus mengerti penggunaan varietas tahan WBC seperti Inpari 32, 33, 42, penggunaan KCl, penggunaan pupuk organic, pengamatan tanaman secara rutin dan pengamatan saat persemaian. Sehingga hasil panen akan melimpah dan dapat mensejahterakan masyarakat," imbuhnya.

Aliri 100 Hektare Sawah di Metro, Pemkot Akan Bangun 7 Sumur Bor

Sebelumnya, Pemkot Metro mewacanakan pembangunan sumur bor untuk mengantisipasi kekurangan air bagi lahan pertanian di wilayah setempat saat musim kemarau.

"Kita rencanakan pembangunan tujuh sumur bor. Ini mengingat sekitar 100 hektare lahan sawah tidak bisa ditanami karena kekurangan air. Salah satu solusinya, kita akan buat sumur bor," beber Wali Kota Achmad Pairin.

Petani Mulyojati mengaku lahan di wilayah setempat telah siap untuk percepatan musim tanam padi.

"Kalau di wilayah kita sudah siap untuk percepatan tanam. Sudah dilakukan pertemuan kelompok dan menghasilkan kesepakatan kelompok tani untuk bisa tutup tanam pada akhir bulan Februari ini atau setidaknya minggu pertama bulan Maret," beber Katsur, petani Mulyojati.

Ia menambahkan, dirinya sudah siap tanam. Karena kondisi curah hujan masih tinggi dan air irigasi sudah masuk. "Di sinu ada sekitar 25 hektar lahan yang sudah olah tanah. Artinya sudah siap," tuntasnya.(dra)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved