Tribun Metro

Pers dan HMI Bersinergi Kawal Tahapan Pilwakot Metro 2020

Pers memiliki posisi krusial sebagai kontrol sekaligus pengawal informasi dalam hajat demokrasi Pilkada 2020 di Kota Metro.

Pers dan HMI Bersinergi Kawal Tahapan Pilwakot Metro 2020
ISTIMEWA
DIALOG DEMOKRASI - Kegiatan dialog Demokrasi dalam Kacamata HMI yang digagas HMI Metro pada 7 Januari lalu 

Pers dan HMI Bersinergi Kawal Tahapan Pilwakot Metro 2020

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Pers memiliki posisi krusial sebagai kontrol sekaligus pengawal informasi dalam hajat demokrasi Pilkada 2020 di Kota Metro.

"Setiap kontestasi apapun pasti ada oknum-oknum yang menghalalkan segala cara melalui jalur yang tak sesuai koridor. Peran pers sangat penting, sebagai pengawal dalam setiap tahapan," ujar Ketua PWI Metro Abdul Wahab saat dialog Demokrasi dalam Kacamata HMI dalam rilis yang diterima Tribun, Minggu (9/2).

Pilwakot Metro 2020, KPU Rekrut Petugas PPK 15 Januari-14 Februari

Ia menerangkan, pers memiliki tanggung jawab sebagai kanal informasi berimbang yang sesuai dengan prinsip kaidah jurnalistik. Pun demikian dalam pelaksanaan Pilwakot 2020 mendatang dengan menyajikan berita yang berimbang atau 'cover both side' demi terwujudnya demokrasi.

"HMI juga penting dalam mengawal pesta demokrasi. Mahasiswa harus bersinergi dalam mengawal demokrasi terkhusus pada Pilkada September 2020 di Bumi Sai Wawai. Ini untuk memberi pemahaman ke masyarakat mengenai dampak buruk akibat money politik," katanya lagi.

Ia menambahkan, mahasiswa harus berperan dan menjadikan tahapan pilkada sebagai beban moral demi menjaga kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. Pers siap bersinergi dengan mahasiswa untuk mengawal Pilkada Metro dalam meminimalisir money politik dan black campaign.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Metro Mujib memaparkan, banyak tantangan yang menjadi amanat undang-undang untuk dijalankan Bawaslu. Namun hal tersebut bisa disiasati dengan pengawasan yang partisipatif dari seluruh elemen.

"Penting adanya peran dari perguruan tinggi di Kota Metro untuk membentuk lembaga pemantau pemilu. Untuk itu Bawaslu akan mengadakan roadshow demi menumbuhkan proses demokrasi yang lebih dewasa dan bersih," terangnya.

Golkar Usung Menantu Pairin Maju Pilwakot Metro 2020

Menurutnya, permasalahan yang disoroti adalah soal money politic. Karena itu, penting semua pihak saling bersinergi dari banyak pihak untuk melawan budaya money politik.

Sementara Ketua KPU Nurris Septa mengaku, pihaknya membuka pintu kepada Organisasi Kemasyarakatan dan Kepemudaan (OKP) untuk ambil peran dalam mengawal hajat demokrasi 2020 mendatang.

"KPU mengundang bagi siapa saja yang ingin ambil peran dalam mengawal pemilu yang jujur demi terwujudnya pemimpin yang berkualitas. Dimulai dari ikut memantau peredaran money politik dan sebagai agen kontrol menyadarkan masyarakat tentang dampak negatif dari money politik dan kecurangan lainnya," tuntasnya.(dra)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved