Hukum bagi Pencabulan Wanita Gangguan Jiwa

Barang siapa bersetubuh dengan seorang wanita di luar perkawinan, padahal diketahui bahwa wanita itu dalam keadaan pingsan atau tidak berdaya, diancam

Hukum bagi Pencabulan Wanita Gangguan Jiwa
Istimewa
Gindha Ansori Wayka 

Hukum bagi Pencabulan Wanita Gangguan Jiwa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Yth Pengamat Hukum Jerat hukum apa yang berlaku bila seseorang (dewasa) yang melakukan pencabulan terhadap penderita gangguan mental, dalam hal ini wanita umur 17 tahun ke atas? Mohon penjelasannya, terima kasih.

Pengirim: +6285779854xxx

Diancam KUHP 9 Tahun Penjara

Orang yang memiliki gangguan mental dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa (UU Kesehatan Jiwa) dikategorikan sebagai Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK).

Berdasarkan Pasal 1 angka 2 UU Kesehatan Jiwa, yang dimaksud Orang Dengan Masalah Kejiwaan adalah orang yang mempunyai masalah fisik, mental, sosial, pertumbuhan dan perkembangan, dan/atau kualitas hidup sehingga memiliki risiko mengalami gangguan jiwa.

Hukum Bagi Suami yang Mengingatkan Istri Malas Bekerja 

Cara Top Up Saldo CP COD Mobile 2020, Game Online Call of Duty Mobile Hadirkan FPS

Cara Buat SIM B2, Syarat, Lama Waktu dan Biaya Buat SIM B2

 

Perlu diperjelas kembali bahwa batasan umur anak hingga 18 ( tahun), jika 17 tahun keatas masih dalam rentang itu maka berlakulah Undang-Undang Perlindungan anak yakni Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Jika yang dimaksud penanya usia 17 tahun ke atasnya adalah usia dewasa, maka berlaku Pasal 286 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yang menjelaskan:

Barang siapa bersetubuh dengan seorang wanita di luar perkawinan, padahal diketahui bahwa wanita itu dalam keadaan pingsan atau tidak berdaya, diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.

Selain Pasal 286 KUHP, pelaku dapat juga dijerat dengan Pasal 290 ayat (1) KUHP, yang menjelaskan:

“Diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun:
Ke-1. Barangsiapa melakukan perbuatan cabul dengan seorang padahal diketahui, bahwa orang itu pingsan atau tidak berdaya.

Gindha Ansori Wayka SH MH
Praktisi dan Akademisi Hukum di Bandar Lampung

Editor: Romi Rinando
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved