Razia Knalpot Racing di Bandar Lampung

Aturan Dilanggar Hanya demi Tren, Pemilik Kendaraan Menyesal Pakai Knalpot Racing

Knalpot yang ia beli dengan harga Rp 850 ribu itu kini tak dapat digunakan lagi.

Aturan Dilanggar Hanya demi Tren, Pemilik Kendaraan Menyesal Pakai Knalpot Racing
Tribun Lampung/Deni Saputra
Kasatlantas Kompol Reza Khomeini Polresta Bandar Lampung memusnahkan knalpot racing hasil razia, Kamis (13/2/2020). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pemilik kendaraan bermotor hanya bisa pasrah saat aparat Satlantas Polresta Bandar Lampung mengeksekusi knalpot dibelah dengan mesin potong. 

Pemilik kendaraan sengaja dihadirkan untuk dapat melihat langsung pemusnahan knalpot yang tidak sesuai standar dan aturan. 

Imam, warga Way Halim Permai, Bandar Lampung, mengaku menyesal menggunakan knalpot racing.

Knalpot yang ia beli dengan harga Rp 850 ribu itu kini tak dapat digunakan lagi. 

Pasrah Knalpot Racing Dibelah Dua, Pelanggaran Didominasi Pelajar

BREAKING NEWS Polresta Bandar Lampung Musnahkan 257 Knalpot Racing Hasil Razia

Terjaring Razia, Pelajar SMA Ini Kapok Pakai Knalpot Racing

Napi Rutan Kota Agung Atur Order Fiktif Beras

"Iseng aja pake knalpot racing. Motor gede, suara knalpot juga harus gede," kata Imam, Kamis (13/2/2020). 

Menurut Imam, knalpot merek Proliner memang dikenal dengan suaranya yang bising dan cempreng.

Di kalangan anak muda, kata Imam, brand knalpot impor ini banyak digunakan karena harganya cukup terjangkau. 

"Lumayan (harga) karena ada yang sampe jutaan," imbuhnya. 

Imam mengaku tahu pengguna knalpot racing melanggar aturan lalu lintas.

Namun, demi mengikuti tren, ia rela melanggar aturan. 

Imam pun menyesal.

Ia tak akan menggunakan lagi knalpot racing.

"Mending pake knalpot standar aja. Uang dah habis, knalpotnya malah dihancurin," sesalnya. (Tribunlampung.co.id /Joviter Muhammad) 

Penulis: joeviter muhammad
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved