Cerita Pilu Kepala Sekolah di Lampung, Gadai Motor untuk Talangi Dana BOS

Wahyu mengaku, sampai pernah menggadaikan BPKD sepeda motornya untuk meminjam uang di Koperasi BMR di wilayahnya.

Cerita Pilu Kepala Sekolah di Lampung, Gadai Motor untuk Talangi Dana BOS
TRIBUNNEWS.COM/WAHID NURDIN
Ilustrasi - Cerita pilu kepala sekolah di Lampung, gadai motor untuk talangi dana BOS. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sudah bertahun-tahun penyaluran dana bantuan operasional sekolah (BOS) telat.

Kepala sekolah pun harus putar otak untuk bisa menalangi biaya operasional sekolahnya.

Ada yang menalangi dengan uang pribadi, pinjam ke koperasi, bahkan sampai menggadaikan BPKB motor.

Wahyu Darma, Kepala SD Sidodadi Kampung Sungai Nibung, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulangbawang, mengatakan, dana BOS selalu telat setiap tahun.

159 SD dan SMP di Lampung Utara Dapat Dana BOS

SMPN 2 Kotagajah Realisasikan Dana Bos untuk Rehab Gedung Sekolah

Napi Rutan Kota Agung Atur Order Fiktif Beras

Libatkan PNS, Polisi Beberkan Kronologi Ungkap Jaringan 2 Kg Sabu di Bandar Lampung

Padahal dana BOS itu digunakan untuk banyak hal.

Mulai dari membiayai uang semester, membeli alat tulis sekolah, membayar honor guru, termasuk kegiatan siswa seperti olimpiade, festival seni, hingga kegiatan olahraga yang sudah terjadwal.

"Ketika telat, kami harus berpikir keras mencari pinjaman agar operasional sekolah tetap berjalan sembari menunggu dana BOS cair," tuturnya, Rabu (12/2/2020).

Wahyu mengaku, sampai pernah menggadaikan BPKD sepeda motornya untuk meminjam uang di Koperasi BMR di wilayahnya.

Untuk operasional sekolah, kada Wahyu, triwulan pertama dan ketiga dibutuhkan sekitar Rp 5 juta-Rp 10 juta.

Namun untuk triwulan kedua bisa mencapai di atas Rp 10 juta.

Halaman
1234
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved