Tribun Lampung Barat

Ada Kampung Kopi, Pekon Rigis Jaya Dapat Bantuan Mikrobus

Pekon yang mendapat bantuan mobil yaitu pekon dengan pengelolaan bumdes terbaik sesuai dengan rekomendasi DPMP.

Ada Kampung Kopi, Pekon Rigis Jaya Dapat Bantuan Mikrobus
Istimewa
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menghadiri panen raya kopi di Pekon Rigis Jaya, Kecamatan Air Hitam, Lampung Barat, Minggu, 22 Juli 2018. Rigis Jaya mendapatkan bantuan berupa kendaraan mikrobus. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LIWA - Pada 2019 terdapat 114 badan usaha milik desa (bumdes) jalan di tempat dari total 131 pekon yang ada di Lampung Barat.

Angka tersebut masih jauh dari target capaian Dinas Pengembangan Masyarakat dan Pekon (DPMP) Lambar.

Untuk itu, DPMP Lambar bekerja sama dengan Dinas Perhubungan untuk menyalurkan sembilan mobil bantuan kepada bumdes di masing-masing pekon.

Kesembilan pekon itu yakni Batu Kebayan, Way Ngison, dan Kubu Liku di Kecamatan Batu Ketulis.

Parosil: Kampung Kopi, Destinasi Agrowisata pilihan di Provinsi Lampung

Bukannya Ditransfer, Oknum Kades di Mesuji Malah Kantongi Dana Desa dan Bumdes Rp 123 Juta

Setor Dana Bumdes Rp 50 Juta ke Kades, Ketua dan Bendahara Diberi Imbalan Rp 800 Ribu

Dituntut 18 Bulan, Kadisdik Pesisir Barat: Terlalu Berat

Lalu Suoh, Sri Mulyo, Bumi Hantatai di Kecamatan BNS.

Selanjutnya Sidodadi, Sumber Alam, dan Rigis Jaya di Kecamatan Air Hitam.

Kepala Bidang Teknik Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Lambar Mat Suhyar mengatakan, kesembilan pekon itu baru menerima bantuan kendaraan tahun ini.

Sementara puluhan pekon lain telah menerima bantuan serupa.

“Pekon yang mendapatkan mobil jenis mikrobus yakni Pekon Rigis Jaya. Alasannya untuk fasilitas wisata. Karena di situ ada objek wisata Kampung Kopi yang lokasinya cukup jauh dari jalan lintas,” ujar Mat Suhyar, Jumat (14/02/2020).

Dijelaskan Mat Suhyar, pekon yang mendapat bantuan mobil yaitu pekon dengan pengelolaan bumdes terbaik sesuai dengan rekomendasi DPMP.

Bantuan mobil yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) tersebut masih dalam proses dan akan diberikan paling lambat 21 Juli 2020.

“DAK ini punya batas waktu pencairannya, jadi sebelum tanggal 21 Juli harus sudah terkontrak. Karena jika lewat tidak bisa dicairkan lagi. Makanya masih kita upayakan," ungkapnya.

"Untuk nilai pagu keseluruhan yakni sebesar Rp1,8 miliar sekian,” jelas dia.

Pihaknya mengimbau semua pekon yang menerima kendaraan bantuan agar bisa memaksimalkannya.

”Harus dijaga dan dirawat. Jadi jangan karena ini mobil bantuan sehingga tidak terawat,” pungkasnya. (Tribunlampung.co.id/Ade Irawan) 

Penulis: Ade Irawan
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved