Kapolri Tunjuk Kabareskrim Jadi Katim Awasi Penyidikan Perusakan Rumah Ibadah di Minahasa Utara

Menurut Presiden, sudah semestinya kejadian-kejadian seperti itu tak terjadi lagi ke depannya sehingga semua umat beragama merasa aman dalam beribadah

Kapolri Tunjuk Kabareskrim Jadi Katim Awasi Penyidikan Perusakan Rumah Ibadah di Minahasa Utara
TRIBUN/IQBAL FIRDAUS
Kapolri Tunjuk Kabareskrim Jadi Katim Awasi Penyidian Perusakan Rumah Ibadah di Minahasa Utara 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis memberi perhatian serius atas kasus perusakaan rumah Ibadah di Minahasa utara, Sulawesi Utara. 

Jenderal (Pol) Idham Azis pun menunjuk dan meminta Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo mengawasi langsung proses penyidikan terkait perusakan rumah ibadah di Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

"Kapolri menujuk Kabareskrim nanti untuk melihat, menjadi katimnya (kepala tim) untuk melihat penyidikannya seperti apa di sana," ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Argo Yuwono di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/2/2020).

Menurut Argo, proses investigasi kasus tersebut masih berjalan. Apabila penyidikan kasus tersebut sudah selesai, berkas perkara akan diserahkan kepada kejaksaan.

"Nanti kita akan menunggu bagaimana perkembangannya, apa sudah selesai belum, kalau sudah selesai segera dikirimkan ke jaksa," ujar Argo.

5 Fakta Rusuh di Register 45 Mesuji, Lahan untuk Rumah Ibadah Diklaim, Ratusan Warga Marah

Kapolri Idham Aziz Dua-Tiga Bulan Kedepan Akan Beri Kesempataan Kapolda Dijabat Polwan

Cerita Jenderal Idham Aziz Ditunjuk Menjadi Kapolri, dari Baca Surat Yasin hingga Gemetar

 

Hingga saat ini, polisi telah menetapkan delapan tersangka terkait kasus perusakan tempat ibadah umat Muslim di Perumahan Griya Agape, Desa Tumaluntung, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara, Rabu (29/1/2020).

Para tersangka berinisial NS, HK, YAM, JS, JFM, CCT, SR, dan CMT. Para tersangka disangkakan Pasal 170 KUHP subsider Pasal 406 KUHP juncto Pasal 55 dan 56 KUHP.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo menyikapi peristiwa perusakan rumah ibadah di Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Menurut Presiden, sudah semestinya kejadian-kejadian seperti itu tak terjadi lagi ke depannya sehingga semua umat beragama merasa aman dalam beribadah.

"Ini masalah intoleransi, saya kira udah berkali kali saya sampaikan bahwa konstitusi kita itu menjamin kemerdekaan setiap penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan beribadat sesuai dengan kepercayaannya," ujar Jokowi. "Jelas itu.

Halaman
12
Editor: Romi Rinando
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved