Diberhentikan karena Kasus Jual Beli Kursi, Komisioner KPU Lampung Ajukan Surat Keberatan

Menurut Esti Nur Fathonah, keputusan DKPP yang menjatuhkan pemberhentian terhadap dirinya merupakan keputusan yang kurang tepat.

tribunlampung.co.id/deni saputra
Ilustrasi - Diberhentikan karena Kasus Jual Beli Kursi, Komisioner KPU Lampung Ajukan Surat Keberatan. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Komisioner KPU Lampung Esti Nur Fathonah yang baru-baru ini diberhentikan oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI dalam kasus jual beli kursi KPU, mengajukan surat keberatan atas putusan tersebut.

Menurutnya, keputusan DKPP yang menjatuhkan pemberhentian terhadap dirinya merupakan keputusan yang kurang tepat.

Sehingga, Esti mengajukan surat keberatan terhadap putusan tersebut.

"Iya saya mengajukan surat keberatan, sudah saya kirimkan soft file-nya via email ke DKPP," ungkapnya kepada Tribunlampung.co.id, Senin (17/2/2020).

Dalam amar putusan sesuai Putusan Perkara Nomor 329-PKE-DKPP/XII/2019, DKPP RI menyatakan teradu Esti Nur Fathonah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar kode etik penyelenggara pemilu dan memberhentikan secara tetap Esti sebagai anggota KPU Lampung.

Kasus Dugaan Jual Beli Kursi KPU di Lampung, Komisioner KPU: Saya Tak Pernah Terima atau Minta Uang

Sudah Tipu 800 Orang, Sindikat Penipuan CPNS Sudah Raup Uang hingga Rp 2 Miliar

Cerita Mahasiswi Kedokteran di Hubei saat Observasi di Natuna, Tak Buka Medsos Agar Tak Terpengaruh

Terbukti Jual Beli Kursi, Komisioner KPU Lampung Dicopot

Esti dinyatakan terbukti melanggar prinsip mandiri, jujur dan profesional sebagaimana diatur dalam Pasal 8 huruf b juncto Pasal 9 huruf a juncto Pasal 15 Peraturan DKPP Nomor 2 Tahun 2017 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilu.

Komisioner KPU Lampung ini melanggar prinsip mandiri karena bertemu Gentur Sumedi suami dari Viza Yulisanti Putri (calon komisioner KPU Tulang Bawang) dan Lilis Pujiati (calon komisioner KPU Pesawaran) di kamar Esti yaitu kamar 7010 Swisbell Hotel pada tanggal 3 November 2019.

Pertemuan tersebut dilakukan pada saat Esti masa tugas uji kelayakan dan kepatutan calon Anggota KPU Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung, 1-3 November 2019.

Menanggapi putusan tersebut, Esti menegaskan pertemuannya dengan Gentur merupakan pertemuan yang sifatnya silaturahmi.

Pasalnya, Gentur dan Viza adalah temannya saat mendaftar menjadi Komisioner KPU Lampung.

Halaman
1234
Penulis: kiki adipratama
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved