Tribun Lampung Selatan

Lampung Selatan Dijatah 52.900 Ton Pupuk Urea Subsidi

Kabupaten Lampung Selatan untuk tahun ini mendapatkan peningkatan alokasi pupuk bersubsidi.

Lampung Selatan Dijatah 52.900 Ton Pupuk Urea Subsidi
TRIBUN LAMPUNG/DEDI SUTOMO
SAWAH - Seorang petani saat berada di area sawah Desa Sidoharjo Kecamatan Way Panji, Lampung Selatan, Selasa (18/2). 

Lampung Selatan Dijatah 52.900 Ton Pupuk Urea Subsidi

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Kabupaten Lampung Selatan untuk tahun ini mendapatkan peningkatan alokasi pupuk bersubsidi. Peningkatan ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan produksi padi.

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Puji Astuti mengatakan, tahun ini Lampung Selatan mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi untuk jenis urea sebanyak 52.900 ton. "Tahun ini alokasi pupuk bersubsidi kita mengalami penambahan yang cukup lumayan besar," kata dia, Selasa (18/2).

Penyaluran Pupuk Subsidi di Lampung Barat untuk Tahun 2019 Turun 267 Ton, Ini Sebabnya

Untuk jenis NPK sebanyak 41.300 ton, SP36 sebanyak 8.100 ton, jenis ZA sebanyak 5.250 ton dan pupuk organik sebanyak 8.500 ton.

Jumlah ini meningkat jika dibandingkan alokasi pupuk bersubsidi tahun 2019. Tahun lalu, untuk pupuk bersubsidi jenis urea alokasinya sebanyak 41.800 ton, NPK sebanyak 24.850 ton.

Lalu untuk jenis SP sebanyak 6.946 ton, jenis ZA sebanyak 1.157 ton dan pupuk organic sebanyak 2.400 ton.

Puji mengatakan, untuk pengajuan alokasi pupuk bersubsidi tahun 2020, ada perubahan. Jika sebelumnya pengajuan RDKK (rencana definitif kebutuhan kelompok) masih bersifat manual.

Untuk tahun 2020, pengajuan RDKK dilakukan secara elektrik online melalui e-RDKK. Satu syarat pada sistem pengajuan ini, mengharuskan adanya NIK (Nomor Induk Keluarga) dari petani yang tergabung dalam kelompok tani (poktan).

Baru Satu Kecamatan Tebus Pupuk Subsidi di Lampura

Data NIK ini, kata Puji, nantinya akan di crosscek dengan data kependudukan di Disdukcapil, sebagai bagian dari sistem satu data. "Jadi tidak bisa lagi dalam satu keluarga ada dua pengajuan usulan. Jadi kalau satu keluarga ada anaknya yang telah menikah dan bertani, dia harus membuat KK baru dan mendaftar sebagai anggota kelompok tani. Baru nanti bisa mengajukan untuk pupuk bersubsidi," ujar Puji.

Dirinya mengatakan, RDKK tahun 2020 didasarkan pada input data usulan kebutuhan yang dimasukan pada sistem e-RDKK. Lampung Selatan, kata Puji, mendapatkan apresiasi dari kementerian pertanian terkait dengan usulan RDKK pupuk bersubsidi berbasis sistem e-RDKK.

Menurut Puji, dengan sistem e-RDKK ini tidak hanya usulan. Tetapi distribusi pupuk kepada petani pun akan terpantau.

"Akan ada evaluasi untuk penyerapan pupuk oleh petani. Jika ada alokasi pupuk yang tidak terserap, ini akan menjadi catatan. Alokasi yang tidak terserap ini bisa di realokasikan ke daerah lainnya," ujar dirinya.(ded)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved