Tribun Lampung Barat

Ini Kelebihan Pupuk Organik Dibandingkan Pupuk Kimia Menurut Dinas Tanaman Pangan Lambar

Alokasi pupuk organik untuk Lampung Barat meningkat hampir 300 persen, dari 945 ton pada 2019 menjadi 3.500 ton pada 2020.

Tribun Lampung/Ade
Kepala Seksi Pupuk, Pestisida dan Alsintan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung Barat Falent Herindo bicara soal minimnya serapan pupuk organik. 

Jika tidak optimal, pupuk organik akan ditarik untuk dialokasikan kepada kabupaten lainnya.

Untuk pupuk jenis urea pada 2019, serapan sebanyak 10.665 ton dari total alokasi 10.965 ton.

Angkanya meningkat pada 2020 menjadi 11.000 ton.

Serapan pupuk NPK tahun 2019 sebanyak 5.650 ton, dan meningkat menjadi 6.325 ton.

"Sosialisasi sistem distribusi sudah dilakukan di setiap kecamatan, dan sebelum tahun berjalan saat membuat RDKK sudah dilakukan sosialisasi bagaimana manfaat pupuk dan cara pemanfaatannya," ujar Falent, Rabu (19/02/2020).

Diungkapkannya, petani di Lambar masih terpaku pada hasil panen yang melimpah tanpa memikirkan risiko kerusakan tanah.

"Kebanyakan petani ingin dapat hasil yang nyata, banyak, dan cepat, sehingga mereka tidak segan untuk menggunakan pupuk kimia secara terus-menerus," ungkapnya.

Falent berharap petani dapat menyadari pentingnya keberlangsungan media tanam ke depannya, sehingga kesuburan tanah dapat dijaga secara alami.

"Kami berharap dan mengimbau kepada petani untuk mengedepankan pengelolaan media tanam secara alami dengan memanfaatkan pupuk organik bersubsidi," harapnya.

"Selain itu, juga untuk mempertahankan bahkan meningkatkan jatah alokasi pupuk subsidi untuk Lampung Barat kita tercinta ini, sehingga ke depannya kelangkaan pupuk subsidi tidak akan terjadi," pungkasnya. (Tribunlampung.co.id/Ade Irawan)

Penulis: Ade Irawan
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved