Mabes Polri Turun Tangan Selidiki Kematian Balita Tanpa Kepala di Samarinda

Anjing herder jenis German Sheperd itu mengendus aktivitas terakhir Yusuf, bocah empat tahun yang hilang di lokasi itu, Jumat (22/11/2019) lalu.

Kompas.com/Zakarias Demon Daton
Anjing pelacak diterjunkan ke TKP balita tanpa kepala Yusuf 

Untuk tingkat akurasi, Kornelius meyakini penciuman anjing peliharaannya ini sudah terbukti dalam beberapa kasus.

"Biasa kami tangani kasus pencurian hingga orang hilang, selalu akurat," kata Kornelius.

Lantas, kenapa anjing tidak menyusuri dalam ruang PAUD, Kornelius menjelaskan, sistem pelacakan anjing berdasarkan aktivitas terakhir Yusuf.

"Jadi ada kemungkinan aktivitas terakhir Yusuf tak mengarah ke dalam PAUD, tapi keluar PAUD," jelasnya.

"Anjing mencium berdasarkan tolak ukur barang bukti," sambung Kornelius.

Wakasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Muhammad Aldy Harjasatya mengatakan, pelacakan menggunakan anjing ini dalam rangka memberi petunjuk.

"Sudah kita saksikan bersama. Anjing selalu mengarah ke parit," kata dia.

Selanjutnya, hasil pelacakan ini akan dibuat berita acara.

Diketahui, Yusuf sebelumnya hilang misterius di PAUD Jannatul Athfaal saat dititip oleh kedua orangtuanya, Jumat (22/11/2019).

Dua pekan kemudian, Minggu (8/12/2019) Yusuf ditemukan tewas tanpa kepala dan hilang beberapa organ tubuh di lokasi terpisah dalam parit sejauh empat kilometer dari PAUD.

Halaman
123
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved