Tribun Lampung Tengah

Cegah Penyebaran Paham Radikalisme, Kapolres Lamteng: Guru Jadi Pelopor

Guna mencegah penyebaran paham radikalisme di kalangan generasi muda, Polres Lampung Tengah menggandeng Dinas Pendidikan (Disdik) setempat.

Cegah Penyebaran Paham Radikalisme, Kapolres Lamteng: Guru Jadi Pelopor
Tribunlampung.co.id/Syamsir
Sarasehan Pencegahan Paham Radikalisme dan Intoleransi di Balai Kampung Segala Mider, Kecamatan Pubian, Lamteng, Minggu (23/2/2020). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID,PUBIAN - Guna mencegah penyebaran paham radikalisme di kalangan generasi muda, Polres Lampung Tengah menggandeng Dinas Pendidikan (Disdik) setempat.

Kepala Polres Lamteng AKBP I Made Rasma mengatakan, untuk pencegahan paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila, pihaknya akan menjadikan guru sebagai pionir bagi para muridnya.

"Untuk pencegahan paham radikalisme, terorisme dan intoleransi, Polres Lamteng bersama Disdik sudah mempunyai program akan hal itu. Kita akan jadikan guru sebagai pelopor sebagai pencegah," kata Made Rasma dalam Sarasehan Pencegahan Paham Radikalisme dan Intoleransi di Balai Kampung Segala Mider, Kecamatan Pubian, Lamteng, Minggu (23/2/2020).

Made menerangkan, penting bagi generasi muda untuk mengenal arti nasionalisme dan Pancasila sebagai landasan berbangsa dan bernegara.

Tangkal Paham Radikalisme, Polres Lambar Sosialisasi Hukum Internal

Tangkal Radikalisme di Desa Jatimulyo, Kemenag Lampung Gelar Silaturahmi

50 Perahu Diterjunkan Cari Nelayan Hilang di Kiluan

"Guru sebagai seseorang yang paling sering berinteraksi dengan muridnya. Untuk itu, guru mempunyai peran penting memberikan pemahaman akan nilai Pancasila dan supaya anak-anak kita lebih mencintai Tanah Air," tandasnya.

Saat disinggung terkait sarasehan pencegahan paham radikal dan intoleransi, Kapolres menjelaskan, kegiatan tersebut untuk memberikan pemahaman warga masyarakat agar dapat membentengi diri dan keluarga dari bahaya paham radikal.

"Harapannya, kedepan warga Kampung Segala Mider dapat menjadi embrio bagi warga masyarakat lainnya dalam pencegahan radikalisme, terorisme dan intoleransi di tengah-tengah warga masyarakat," ungkapnya.

Sebagai narasumber kegiatan yakni Ken Setiawan, mantan anggota NII (Negara Islam Indonesia) yang juga pendiri NII Crisis Center.

Ada pula Ketua MUI Lamteng R Mutawalli.

Di akhir acara, warga Pubian membacakan ikrar kesepakatan pencegahan paham radikalisme, terorisme, dan intoleransi. (Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam)

Penulis: syamsiralam
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved