Kisah Anak Pelaku Bom Bali I Sempat Gak Mau Hormat dengan Bendera, Sadar Setelah Lihat Anaknya Tidur

Perubahan besar inilah yang disampaikan Hendra - nama panggilannya - ketika bertemu dengan putra salah seorang korban Bom Bali 1, Garil Arnandha

Kisah Anak Pelaku Bom Bali I Sempat Gak Mau Hormat dengan Bendera, Sadar Setelah Lihat Anaknya Tidur
Serambinews.com
Mahendra, putra Amrozi ceritakan kisah pilu kehidupannya 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Selama bertahun-tahun, Zulia Mahendra putra sulung Amrozi pelaku Bom Bali 1 merasa seperti "tak berguna di masyrakat

Zulia Mahendra, menuturkan tekadnya berjihad demi keluarga dan menjaga anak-anaknya.

Ia mengaku berkeinginan agar anak-anaknya tak seperti dirinya yang terbebani dan dikucilkan orang karena kesalahan bapaknya.

Ia dijauhi masyarakat, sulit mencari kerja, dan merasakan depresi, ada satu momen yang membuatnya menangis.

Momen ketika melihat anaknya tidur, anak yang selalu dipeluk ketika pulang, dan pergi dari rumah untuk mencari nafkah.

Sidang Kasus Bentrok Mesuji Sempat Ricuh Lagi, Keluarga Korban Ancam Bawa Bom

Geram dengan Ulah Iseng Teror Bom, Hotel Bukit Randu Minta Pelakunya Ditangkap

Tim Jibom Sisir Hotel Bukit Randu 3 Jam, Ini Hasilnya

 

Hal itu yang menimbulkan tekad untuk membesarkan anak dan "berjihad untuk keluarga."

Itulah yang dikatakan Zulia Mahendra, putra sulung Amrozi, pelaku Bom Bali 1.

Mahendra baru menginjak usia 16 tahun saat ayahnya ditangkap, tak lama setelah Bom Bali 1 pada 12 Oktober 2002.

Usia yang dia sebut "masih mencari jati diri", serta merasa "marah dan terkejut serta tak percaya" bahwa ayahnya termasuk salah seorang pelaku utama di balik serangan terparah di Indonesia dengan 202 korban jiwa itu.

Setelah penangkapan dan eksekusi, Mahendra mengatakan dia bahkan sempat ingin mengikuti dan "melanjutkan apa yang dilakukan bapak".

Halaman
1234
Editor: Romi Rinando
Sumber: Suar.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved