70 Penyandang Disabilitas dan Komunitas Marjinal di Lampung Ikuti Pelatihan Maybank Foundation

Maybank melanjutkan program pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas dan komunitas marjinal bernama Program RISE 2.0 di Lampung.

70 Penyandang Disabilitas dan Komunitas Marjinal di Lampung Ikuti Pelatihan Maybank Foundation
Tribunlampung.co.id/Sulis Setia M
Bisnis Manager Maybank Indonesia Lampung Edward (kaus hitam) bersama Kepala bagian pengawasan pasar modal IKMB dan EPK OJK Lampung Herwan Achyar saat melihat hasil kreativitas tangan para penyandang disabilitas, Kamis (27/2/2020). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) bersama Maybank Foundation, yayasan yang menangani corporate responsibility (CR) Maybank Group, melanjutkan program pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas dan komunitas marjinal bernama Program RISE (Reach Independence & Sustainable Entrepreneurship) 2.0 di Lampung.

Bisnis Manager Maybank Indonesia Lampung Edward mengungkapkan, kegiatan pelatihan ini diikuti 70 peserta dan merupakan bagian pelaksanaan program RISE 2.0 level basic dengan durasi pelatihan selama dua hari yang akan menjangkau 4.780 peserta di 25 kota lainnya.

Level basic ini diutarakannya bermanfaat untuk menjangkau lebih banyak para peserta dari daerah pedalaman, meningkatkan kepercayaan diri mereka untuk siap memulai dan mengembangkan usaha termasuk keterampilan menjual dan memasarkan produk

"Selain itu juga meningkatkan pemahaman mereka terkait pengelolaan keuangan serta mengenalkan mereka produk dan layanan perbankan," ujarnya di Aula BP Paud dan Dikmas Lampung, Kamis (27/2/2020) sore.

Program RISE 2.0, terusnya, memiliki tiga level pelatihan. Yakni basic, standard dan premium dengan perbedaan pada durasi training, materi pelatihan dan mentoring pasca training.

Maybank Operasikan Mobil Kas Keliling

Pekerja yang Jatuh saat Perbaiki Lift di Pemkot Bandar Lampung Dikabarkan Meninggal Dunia

Polisi Amankan 4 Pencuri di Lampung Tengah, Pelaku: Kami Gotong Mesin Cuci Lewat Jendela

Bandara Radin Inten II Tetap Layani Jemaah Umrah, Manajer Humas: Kami Sesuai Regulasi

Para peserta level standar dan premium akan dibekali pengetahuan pengelolaan keuangan, strategi pemasaran dan perubahan pola pikir (mindset) guna menghadapi disrupsi dan industri 4.0.

Selain itu mereka juga akan mendapatkan materi terkait pemanfaatan teknologi dan pengetahuan dunia digital untuk menunjang pengembangan usaha.

"Peserta level standard akan mendapatkan program mentoring dan coaching terstruktur selama enam bulan, sedangkan premium selama 12 bulan," ungkapnya.

Program RISE pada awalnya diinisiasi di Malaysia dan telah diikuti lebih dari 1.300 peserta di negara asalnya. Kemudian tahun 2016 mulai dikembangkan ke regional, termasuk ke Indonesia dan Filipina.

Program yang dilaksanakan mulai 2020 hingga 2023 ditujukan untuk menjangkau lebih banyak komunitas penyandang disabilitas dan komunitas marjinal di berbagai wilayah termasuk di Indonesia dengan total peserta mencapai 7.350 penerima manfaat.

Halaman
12
Penulis: sulis setia markhamah
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved