Gerakan Cegah Corona di Bandar Lampung

Eva Dwiana Akan Praktikkan Cara Membuat Ramuan Tradisional Mpon-mpon untuk Jaga Stamina Tubuh

Nampak kehadirannya disambut warga Bandar Lampung yang menunggu untuk bisa bersalaman langsung dengan istri orang nomor satu di Kota Tapis Berseri ini

Tribunlampung.co.id/Sulis
Ketua TP PKK Kota Bandar Lampung Eva Dwiana Herman HN. Eva Dwiana Akan Praktikkan Cara Membuat Ramuan Tradisional Mpon-mpon untuk Jaga Stamina Tubuh 

Selain antioksidan dan gizi seimbang, gaya hidup sehat dapat memperkuat pertahanan tubuh.

"Perlu diketahui juga antioksidan tidak terbatas hanya dalam rempah-rempah, dalam sayur dan buah juga terdapat antioksidan. Kemudian gaya hidup sehat dan istirahat cukup memengaruhi peningkatan daya tahan tubuh," jelas Tutik.

RSUDAM Siap

Semua di Lampung pihak menyatakan siap menangani pasien ataupun suspect virus corona.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Hery Djoko Subandriyo menjelaskan, RS sudah siap 100 persen menangani pasien virus corona.

"Ruang isolasi sudah siap sejak lama. Dokter dan peralatan juga sudah siap. Tidak perlu khawatir dengan kasus tersebut. Sejauh ini belum ditemukan pasien positif terjangkit virus corona," katanya.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi juga menegaskan jika sampai saat ini belum ada masyarakat Lampung yang terkena virus corona.

Meski begitu, Pemprov Lampung siaga terhadap penyebaran virus ini.

Tiga rumah sakit sudah disiapkan, yakni RSUDAM Bandar Lampung, RS Ahmad Yani Metro, dan RS Bob Bazar Kalianda Lampung Selatan.

Pihak RS Ryacudu Kotabumi juga ikut menyiapkan ruang isolasi bagi warga yang terkena virus corona, meski batal menjadi rumah sakit rujukan.

"Kita juga menyiapkan tenaga dokter, serta peralatan penunjang. Kami siap menangani pasien yang terjangkit virus corona," kata dr Syah Indra Husada Lubis, Plt Direktur RSUD Ryacudu Kotabumi

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana menuturkan, selain menyiapkan rumah sakit rujukan, pemerintah juga melakukan screening di tempat publik atau pintu masuk ke Provinsi Lampung.

Seperti di Pelabuhan Panjang Bandar Lampung, Labuhan Maringgai Lampung Timur, dan Pelabuhan Teluk Semangka Tanggamus.

Sementara di bandara sudah ada alat thermal scanner untuk memeriksa suhu tubuh penumpang.

Ia menjelaskan, sebelumnya ada pemantauan kepada 1.431 orang selama 14 hari.

Namun mereka semua tidak menunjukkan tanda-tanda tertular virus corona.

"Sekarang ini juga ada pemantauan terhadap 1.531 orang di semua daerah. Paling banyak dipantau di Bandar Lampung, Lamteng, Lamtim. Paling sedikit di Mesuji. Dengan tenaga kesehatan yang telah dipersiapkan, semua rumah sakit sudah bersiap-siap," beber dia.

Diskes Lampung Selatan juga telah melakukan langkah kesiapsiagaan penyebaran virus corona (covid-19).

Dinas kesehatan telah mengeluarkan surat edaran kepala dinas kepada puskesmas, klinik swasta dan rumah sakit terkait kesiapsiagaan upaya pencegahan penyebaran virus ini.

Dinas Kesehatan bersama RSUD Bob Bazar juga sudah menyiapkan ruang isolasi khusus bagi pasien yang terindikasi kena virus corona.

“Dinas juga sudah menyebarkan informasi tentang pedoman kesiapsiagaan menghadapi infeksi virus corona yang meliputi tindakan surveilans dan respons manajemen klinis, pemeriksaan laboratorium serta komunikasi risiko kepada seluruh puskesmas dan rumah sakit,” kata Kabid P2P Dinas Kesehatan Lampung Selatan Kristi Endarwati, Selasa (3/3/2020).

Selain itu, ujarnya, diskes juga sudah membuat materi edukasi bagi masyarakat untuk disebarluaskan melalui berbagai media, seperti leaflet, banner, serta dalam bentuk penyuluhan kepada masyarakat oleh puskesmas.

“Kita juga berkoordinasi dengan pihak KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) Panjang untuk notifikasi WNI dan WNA yang melakukan perjalanan dari negara terjangkit. Kemudian dilakukan pemantauan status kesehatan oleh puskesmas selama 14 hari kedatangan,” ujar Kristi.

Untuk pemantauan ini, kata dia, beberapa waktu lalu telah dilakukan dengan hasil jumlah WNI dan WNA yang dinotifikasi melakukan perjalanan ke negara terjangkit corona dalam kurun 27 Januari hingga 1 Maret lalu sebanyak 185 orang.

“Hasilnya 132 orang sudah dipantau selama 14 hari dan kondisinya sehat. Sementara 53 orang masih dalam masa pemantauan kesehatan,” kata Kristi.

Ditanggung Pemerintah

Kabid SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Bandar Lampung Nurman mengatakan, pembiayaan penanggulangan terhadap virus corona ditanggung oleh pemerintah.

Ini setelah kasus tersebut ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) atau wabah.

"Setelah menjadi KLB maka pembiayaan dalam rangka upaya penanggulangan dibebankan pada anggaran kementerian kesehatan, pemerintah daerah, dan/atau sumber dana lain yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Jadi tidak ditanggung BPJS Kesehatan," jelasnya.

Meski begitu ia meminta masyarakat tidak terlalu khawatir.

Sebab, biaya pengobatan sudah dijamin dan ditanggung pemerintah. (Tribunlampung.co.id/Sulis Setia M/Bayu Saputra/Yoso Muliawan/Dedi Sutomo/Anung Bayuardi/V Soma F/Debby Rizky)

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved