Badak Lampung FC
Regulasi Baru Liga 2 2020 Dirilis, Bagaimana Peluang Badak Lampung FC?
PSSI dan Liga Indonesia Baru (LIB) telah menetapkan beberapa regulasi baru untuk kompetisi Liga 2 2020.
Penulis: Muhammad Hardiansyah Kusuma | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUN LAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - PSSI dan Liga Indonesia Baru (LIB) telah menetapkan beberapa regulasi baru untuk kompetisi Liga 2 2020.
Mulai musim ini, Liga 2 Indonesia tidak menggunakan skema babak delapan besar.
Informasi itu diunggah dalam akun @infoliga2_indonesia, Kamis (5/3/2020).
Pada postingan tersebut, terpampang aturan main Liga 2 2020.
• Jadwal Pertandingan Badak Lampung FC Dirilis, PSKC Cimahi Jadi Lawan Pertama
• Uji Coba Badak Lampung FC vs SS Lampung FC Inisiatif Suporter
• Tertarik Miliki Jersey BLFC Musim 2019? Yuk, Ikutan Give Away Badak Lampung FC
Di antaranya, klub yang menjadi peringkat pertama dari masing-masing wilayah berhak langsung lolos ke babak final untuk memperebutkan gelar juara Liga 2.
Kedua klub finalis juga dipastikan promosi ke Liga 1 pada musim depan.
Sementara klub peringkat kedua dari setiap wilayah lolos ke babak playoff untuk berebut juara ketiga Liga 2 sekaligus memperebutkan satu tiket terakhir untuk promosi ke Liga 1.
Dengan adanya perubahan regulasi ini, klub peserta Liga 2 mendapat beberapa keuntungan.
Jadwal pertandingan jadi tidak terlalu padat.
Dengan begitu, klub bisa menghemat biaya pengeluaran.
Menariknya, persaingan untuk menjadi yang terbaik akan menjadi lebih seru.
"Karena semua laga bisa dianggap sebagai laga final, dan orang-orang yang sering atur mengatur yang biasa muncul di babak delapan besar bisa saja hilang. Aamiin," tulis akun @infoliga2_indonesia.
Namun, perubahan regulasi itu ditanggapi berbeda oleh kubu Badak Lampung FC.
Menurut manajer Badak Lampung FC Dani Aulia, regulasi baru itu membuat peluang skuat Laskar Saburai untuk kembali ke Liga 1 menjadi lebih berat.
"Iya, ini memang berat. Tapi kami akan berusaha," ujar Dani tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut. (Tribunlampung.co.id/Muhammad Hardiansyah Kusuma)