Berita Nasional

Nelayan Pelihara Buaya Berjari Lima karena Dianggap Kembaran Sang Anak

Jamaluddin mengatakan, perlakuan khusus itu diberikan karena ia meyakini buaya itu merupakan kembaran anaknya, Faisal

Editor: wakos reza gautama
Kompas.com/Junaedi
Nelayan pelihara buaya di Polewali Mandar 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, POLMAN - Seorang nelayan menyiapkan kamar khusus untuk buaya peliharaannya.

Dia adalah Jamaluddin, warga Dusun Gusung, Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Jamaluddin mendapat buaya yang terperangkap jaring ikan miliknya.

Buaya itu memiliki keunikan yaitu berjari lima.

Jamaluddin lalu memelihara buaya tersebut dan memperlakukannya secara khusus. 

Matt Wright Kejar Buaya Berkalung Ban saat Dini Hari, Tak Kenal Kata Lelah

2 Ahli Buaya dari Australia Diturunkan Bantu Tangkap Buaya Berkalung Ban di Palu

Cegah Virus Corona, Korea Utara Ancam Tembak Warga China yang Lewati Perbatasan

Pria Bawa Pistol Tiba-tiba Pukuli Kepsek di Halaman Sekolah, Diduga Akibat Siswa Diminta Kumpul HP

Jamaluddin mengatakan, perlakuan khusus itu diberikan karena ia meyakini buaya itu merupakan kembaran anaknya, Faisal (13).

Kamar yang diberikan berbentuk kolam yang berada persis di tengah-tengah rumah Jamaluddin.

Tak hanya itu, setiap hari buaya yang diberi nama Ainun itu diberi makan ikan dan ayam.

Pria yang berprofesi sebagai nelayan ini berharap buaya yang ia cintai itu bisa betah tinggal dan berlama-lama di rumahnya.

Ia juga berharap Ainun tak lagi pergi meninggalkan keluarganya seperti setahun lalu sebelum Ainun kembali ditemukan secara tidak sengaja karena terperangkap jaring milik Jamaluddin.

“Karena sudah punya tempat khusus, saya berharap Ainun tak lagi pergi meninggalkan keluarganya,” ujar Jamaluddin, Sabtu (7/3/2020).

Menurut Hasnia, istri Jamaluddin, Ainun sudah berulang kali datang dan pergi dengan cara berbeda.

Seperti Jamaluddin dan Hasnia, kehadiran Ainun disambut gembira Faisal.

Seperti layaknya keluarga yang telah berpisah bertahun-tahun, Ainun kerap dipeluk dan dicium layaknya saudara atau keluarga sendiri oleh Faisal.

Saat buaya ini terperangkap jaring milik Jamaluddin dan dibawa pulang ke rumahnya, Ainun langsung diselimuti dengan sarung batik layaknya bocah kecil yang sedang kedinginan.

Hasnia sempat berulang kali menggendong dan mendekap buaya itu layaknya anak kandungnya yang pulang setelah lama menghilang.

Hasnia meluapkan kegemiraan dengan mencium buaya tersebut berkali-kali.

“Ini anak kembar saya, dia sudah lama dicari-cari. Selalu begitu, muncul dengan cara yang berbeda. Dulu ditemukan di atas lemari, sekarang ditemukan terperangkap jaring,” jelas Hasnia.

Uniknya, buaya betina itu tampak bersahabat dan tidak memperlihatkan reaksi apa pun saat dikerumuni warga yang penasaran melihatnya.

Warga pernah menyarankan agar Jamaluddin menyerahkan buaya itu ke balai konservasi untuk dirawat.

Namun, Jamaluddin dan Hasnia menolak.

Jamaluddin berjanji akan merawat Ainun dengan setulus hati.

Menolak pergi

Jamaluddin dan Hasnia semakin yakin bahwa Ainun adalah kembaran anaknya, saat mereka hendak melepaskan buaya itu.

Bukannya pergi, buaya itu malah kembali dan mengikuti Jamaluddin.

Fenomena Ainun ini terdengar sampai ke telinga warga sekitar, hingga Ainun menjadi tontonan warga yang penasaran.

“Saya penasaran saja dengan ceritanya, Seperti warga lainnya saya juga sempat manfaatkan untuk foto selfie. Saya penasaran karena cerita heboh soal buaya yang dipercaya sebagai kembaran manusia,” ujar Ria, salah satu warga penasaran.

Dianggap kerabat sebab memiliki 5 jari

Keyakinan sebagian warga itu diperkuat, lantaran jari kedua kaki depan dan belakang buaya ini berjumlah lima.

Sama dengan jumlah jari-jemari manusia atau berbeda dengan buaya pada umunya yang hanya memiliki jari kurang dari lima.

"Sebelumnya, salah seorang kerabat juga memimpikan seseorang yang menyampaikan pesan bahwa akan ada anak-anak yang datang di kampung kami, orang tersebut meminta agar anak itu dirawat layaknya anak sendiri," tutur Nurhayani, kerabat Jamaluddin, meyakini.

Karena diyakini sebagai salah satu kerabat, Nurhayati dan keluarga sempat memperlakukan buaya tersebut layaknya manusia.

Tanpa merasa takut, secara bergantian mereka menggendong hingga berswafoto bersama buaya.

Nurhayati dan keluarga mengaku tidak akan menyerahkan buaya kepada dinas terkait.

Selain diyakini buaya adalah manusia dalam wujud lain, ia juga meyakini buaya yang akrab dipanggil Ainun tersebut akan pergi dengan sendirinya jika telah merasa puas berkumpul bersama keluarganya.

(Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved