Oknum Anggota TNI Diadili, Diduga Alami Disorientasi Seksual dengan 3 Teman Prianya

Pria bergelar sarjana psikologi tersebut diketahui bersama teman prianya berinisial A di sebuah penginapan di wilayah Canggu, Badung pada April 2017.

Intisari-online
Oknum Anggota TNI Diadili, Diduga Alami Disorientasi Seksual dengan 3 Teman Prianya 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID- Seorang anggota TNI Angkatan Darat berpangkat Letnan Dua (Letda) di Bali diadili.

Oknum TNI berinisial DS tersebut diduga mengalami disorientasi seksual, menjalani sidang perdana di Pengadilan Militer (Dilmil) III-14 Denpasar, Rabu (11/3/2020).

Anggota TNI yang mulai bertugas sejak 2016 lalu tersebut dinilai melanggar kesusilaan, tidak mentaati pekerjaan dinas, serta melampui perintah.

Hal tersebut disampaikan oleh Oditur Letkol CHK I Putu Gede Budiadi saat membacakan surat dakwaannya di hadapan Hakim Ketua Letkol CHK Roni Suryandoko.

Sidang tersebut turut dihadiri Hakim anggota Letkol CHK Adfan Hendrarto dan Mayor Laut (KH) Bagus Partha Wijaya.

Oknum TNI Ribut dengan Pengunjung di Kafe, Berawal dari Senggolan hingga Jatuh Korban Tewas

Nasib Oknum TNI yang Terlibat Bentrok dengan Polisi di Jalinsum, Pangdam sampai Minta Maaf

4 Oknum TNI Pesta Narkoba dengan 3 Mahasiswi di Hotel, POM Turun Tangan

 

"Perbuatan terdakwa telah memenuhi unsur-unsur tindak pidana. Pertama, Pasal 281 ke-1 KUHP dan 103 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Militer," tegas Oditur Letkol CHK I Putu Gede Budiadi.

Dalam sidang tersebut, terungkap dugaan tindak pidana yang dilakukan Letda DS pada kurun waktu 2017 dan 2018 di tiga tempat berbeda dengan tiga teman prianya.

Pria bergelar sarjana psikologi tersebut diketahui bersama teman prianya berinisial A di sebuah penginapan di wilayah Canggu, Badung pada April 2017. DS juga diketahui bersama pria berinisial R di Hotel di Jalan Teuku Umar, Denpasar pada Oktober tahun 2017.

Sementara pada tahun 2018, ia diketahui bersama seorang mahasiswa di hotel wilayah Seminyak, Kuta. Atas dakwaan itu, terdakwa yang didampingi penasihat hukumnya, Indra Putra dari Korps Hukum Kodam IX Udayana langsung menyampaikan eksepsi atau keberatan atas dakwaan Oditur Letkol CHK I Putu Gede Budiadi.

Dalam nota eksepsinya, Indra Putra menilai uraian dakwaan Oditur kabur dan tidak jelas. Dijelaskan, Pasal 281 ke-1 yang dialamatkan kepada terdakwa tidak tepat.

Pasal tersebut berbunyi barang siapa dengan sengaja dan terbuka melanggar kesusilaan. Bahwa menurut kesusilaan yang dimaksud adalah setiap tempat yang dapat dilihat oleh orang banyak misalnya di pinggir jalan, di gedung bioskop, dan sebagaianya.

"Sehingga menurut hemat kami, kamar hotel yang dijadikan tempat kejadian perkara (TKP) bukanlah tempat yang memenuhi syarat sebagai tempat terbuka," tegas Indra. Indra juga menampik bahwa terdakwa tidak menaati pekerjaan dinas.

"Selama terdakwa berkarir di Kodam IX Udayana sampai dengan adanya perkara ini telah melakukan tugas dengan baik dan memiliki kinerja dengan baik," ujar Indra.

Atas dasar itu, Indra memohon majelis hakim untuk menerima keberatan atau ekesepsi dan menyatakan dakwan Oditur batal demi hukum.

Sementara itu, menyikapi eksepsi terdakwa tersebut, Oditur Letkol CHK I Putu Gede Budiadi akan menanggapinya dengan tertulis pula yang akan dibacakan di sidang selanjutnya pada Jumat (13/3/2020). (Artikel ini telah tayang di Kompas.com)

Editor: Romi Rinando
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved