Tegal Mas Lampung

Bos Tegal Mas Lampung Thomas Azis Riska Jadi Cover Majalah Bandara

Bos Tegal Mas Thomas Azis Riska Jadi Cover Majalah Bandara dan Majalah Indonesia edisi Maret 2020.

Istimewa
Bos Tegal Mas, Thomas Azis Riska, jadi sampul Majalah Bandara dan Majalah Indonesia edisi Maret 2020. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Bos Tegal Mas Lampung, Thomas Azis Riska, tampil di halaman muka (cover) Majalah Bandara dan Majalah Indonesia edisi Maret 2020.

Tegal Mas adalah kawasan wisata pulau, pantai, dan laut yang berlokasi di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, yang sedang hits tak hanya di Sumatra tetapi juga di nasional.

Informasi yang diterima, Senin (16/3/2020) malam, Thomas Riska menjadi cover kedua majalah karena tempat wisata miliknya, Tegal Mas, jadi liputan utama majalah tersebut.

"Majalah Bandara selain mengupas bandara-bandara di Indonesia, juga membahas pariwisata, perhubungan, dan sektor lain yang terkait bandara," ujar Thomas yang dihubungi Senin malam.

Ratusan Ton Sampah Menumpuk di Tegal Mas, Terbanyak Sampah Kiriman Warga Kota Bandar Lampung

Almisbat Apresiasi Tribun dan Tegal Mas, Usul Penanggulangan Sampah Berbasis Sosial Ekonomi

Dikatakannya, tim dari Majalah Bandara dan Majalah Indonesia datang ke Lampung sekitar dua pekan lalu.

Mereka datang khusus untuk meliput Tegal Mas, karena menurut mereka, objek wisata pulau, pantai, dan laut ini sedang populer di Jakarta dan banyak dibicarakan orang.

"Mereka datang dan ingin melihat sendiri bagaimana Tegal Mas, apakah benar seperti yang dibicarakan di Jakarta bahwa tempat ini indah dan eksotik," papar Thomas.

Thomas Azis Riska memperlihatkan Majalah Bandara di mana dia jadi sampulnya.
Thomas Azis Riska memperlihatkan Majalah Bandara dan Majalah Indonesia di mana dia jadi sampulnya. (Istimewa)

"Dan, mereka mengakui, dengan datang langsung maka mereka bisa tahu bahwa Tegal Mas sebenarnya lebih dahsyat dibanding apa yang dibicarakan orang-orang," tambahnya.

Thomas mengatakan, kepada tim dari Majalah Bandara dan Majalah Indonesia itu, ia menceritakan bagaimana menyulap pulau yang dulunya pusat sampah menjadi pulau pusat wisata.

"Orang-orang hanya melihat bagaimana kondisi Tegal Mas sekarang, mereka tidak tahu bagaimana dulu kami berjuang dan berdarah-darah, bahkan sampai berurai air mata, ketika membangun pulau ini," kata Thomas.

Halaman
12
Editor: Advertorial Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved