Tribun Bandar Lampung

MA Kabulkan Kasasi Terdakwa Kasus Kredit Macet Fiktif di Bank Lampung

Upaya Hipni Idris, terdakwa kasus Kredit Macet fiktif di Bank Lampung cabang Antasari mencari keadilan di Mahkamah Agung terwujud.

Dokumentasi Pribadi
Tahuro Malagano Kuasa Hukum Hipni Idris melakukan siaran pers, Kamis (19/3/2020). MA Kabulkan Kasasi Terdakwa Kasus Kredit Macet Fiktif di Bank Lampung. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Upaya Hipni Idris, terdakwa kasus Kredit Macet fiktif di Bank Lampung cabang Antasari mencari keadilan di Mahkamah Agung terwujud.

MA melalui putusannya nomor 560/KPid.Sus/2019 mengabulkan permohonan kasasinya.

Dalam putusan MA yang ditandatangai ketua Majelis Prof Dr Mohamad Askin, dan Dr Leopold Luhut Hutanggalung sebagai hakim Sd Hoc Tipikor pada MA, menyatakan terdakwa Hipni Idris tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan perbuatan sebagaimana yang didakwakan oleh penuntut umum.

Hal ini disampaikan Tahuro Malagano Kuasa Hukum Hipni Idris, melaui siaran persnya kepada awak media, Kamis (19/3/2019).

Selain itu, menurut Tahuro, dalam putusan juga MA membebaskan terdakwa dari semua dakwaan, dan memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan dan harkat maratabat kliennya.

Kuasa Hukum Bantah Hipni Idris Dalang Korupsi KUR Pesawaran

Mahkamah Agung Batalkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Pemkab Lampung Selatan Alokasikan Rp 3 Miliar Lebih Antisipasi Penyebaran Virus Corona di Lamsel

Polisi Masih Dalami Penemuan Mayat di Vila Citra, Kapolsek: Tak Ada Tanda-tanda Kekerasan

“Dengan putusan MA artinya masih ada keadilan, putusan ini menunjujan klien kami tidak terbukti korupsi. Sejak awal di persidangan, kami yakin kasus ini bukan korupsi, tapi masalah internal perbankan, dan hakim tidak melihat fakta persidangan sesuai pendapat ahli perdata dan pidana yang kita ajukan,” imbuh Tahuro.

Tahuro melanjutkan, atas putusan MA tertanggal 13 Maret 2019 dan baru diterima pihaknya Maret 2020 maka pihaknya akan mengambil langkah hukum menuntut pihak–pihak yang menjadi penyebab kliennya sampai berurusan dengan hukum.

“Kita akan tuntut dan gugat, karena secara moril klien kami dirugikan, soal siapa saja dan berapa nilai gugataan inmateri yang akan kami ajuan itu nanti. Tapi yang jelas akan kami lakukan,” pungkasnya.

Hipni Idris mengucap syukur atas putusan MA yang telah mengabulkan kasasinya.

”Allhamdulillah artinya keadilan itu masih ada, dan ini kasus korupsi pertama di Lampung yang dimenangkan MA,” ujar mantan anggota DPRD Pesawaran tersebut.

Halaman
123
Penulis: hanif mustafa
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved