Euro 2020

Biodata Virgil van Dijk, Kapten dan Bek Tangguh Milik Timnas Belanda

Tribunlampung.co.id akan coba membagikan salah satu profil pemain belakang Timnas Belanda. Berikut adalah profil singkat atau biodata Virgil van Dijk.

Tayang:
Penulis: Tama Yudha Wiguna | Editor: Noval Andriansyah
Tribuna.com
Ilustrasi. Biodata Virgil van Dijk, Kapten dan Bek Tangguh Milik Timnas Belanda. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID – Lini belakang Timnas Belanda dalam kejuaraan Euro 2020, digadang-gadang akan menjadi salah satu pertahanan terkuat dalam ajang empat tahunan tersebut.

Pasalnya, tim berjuluk Oranye itu dihuni sejumlah pemain belakang yang tengah bersinar, seperti Virgil van Dijk (Liverpool), Matthijs de Ligt (Juventus), Nathan Ake (Bournemouth), Stefan de Vrij (Inter Milan), Daley Blind (Ajax) dll.

Oleh karenanya, Tribunlampung.co.id akan coba membagikan salah satu profil pemain belakang Timnas Belanda, berikut adalah profil singkat atau biodata Virgil van Dijk.

Virgil van Dijk atau yang biasa disebut Van Dijk merupakan seorang pesepak bola profesional asal Belanda.

Van Dijk adalah salah satu bek tengah Timnas Belanda, yang juga menjadi kapten tim berjuluk Oranye, serta bermain bagi klub besar asal Inggris yakni, Liverpool.

Pesepak bola yang lahir 8 Juli 1991 di Breda, Belanda tersebut adalah putra dari pasangan Ron van Dijk dan Hellen (keturunan Suriname).

Kedua orang tua Van Dijk resmi berpisah sejak dirinya ia dan dan dua saudaranya masih kecil.

Ron, ayahnya sengaja meninggalkan Hellen dan ketiga anaknya di masa lampau.

Namun, ketika Van Dijk beranjak terkenal sebagai pesepak bola, ayahnya sering memanfaatkan momen itu untuk mencari simpati sebagai orang tua dari Van Dijk.

Verified
I just wanted to send a message to say I hope everyone is doing OK in these difficult times. We must all look after each other in what is tough circumstances for everyone across the whole world. Please stay safe. We will be back! You’ll Never Walk Alone.
Verified I just wanted to send a message to say I hope everyone is doing OK in these difficult times. We must all look after each other in what is tough circumstances for everyone across the whole world. Please stay safe. We will be back! You’ll Never Walk Alone. (Instagram/@virgilvandijk)

Karena pengalaman pahit akibat ayahnya yang menelantarkan ibu dan keluarganya dulu, Van Dijk tak pernah memakai nama punggung “Van Dijk” ketika bermain sepak bola.

Dalam biodata Virgil van Dijk, saat ini, Van Dijk telah memiliki satu anak bernama Nila dari hubungannya dengan Rike Nooitgedagt.

Pesepak bola dengan tinggi badan 193 cm itu bermain dengan mempati bek tengah.

Meski larinya tak begitu cepat, Van Dijk dikenal dengan gaya main yang anti kompromi, tekel keras dan antisipasi yang baik.

Hal tersebut membuatnya sulit ditembus para penyerang lawan.

Van Dijk mengawali karier bersama Timnas Belanda sejak tahun 2011.

Hingga 2013, sosok Van Dijk sudah memperkuat Timnas muda Belanda dari berbagai kategori usia mulai dari U-19 dan U-21.

Sementara debutnya bersama Timnas senior Belanda didapatkan Van Dijk pada 10 Oktober 2015, tepatnya saat laga kualifikasi Euro 2016 melawan Kazakhstan.

Atas konsitensi permainan baik di level klub dan internasional, oleh pelatih Ronald Koeman, Van Dijk ditunjuk sebagai kapten timnas Oranye pada 22 Maret 2018 lalu.

Namun sayangnya sebagi sebuah tim besar, Van Dijk pernah gagalan membawa Timna Belanda lolos ke Piala Dunia 2018 di rusia.

Kendati, hal tersebut bukanah yang pertama bagi Belanda, setelah pada 2002 silam, mereka juga gagal melaju ke putaran final Piala Dunia di Jepang.

Tak ingin kembali menelan pil pahit, kini Van Dijk berhasil membawa Timnas Belanda melaju ke putaran final Euro 2020 di grup C bersama Ukraina, Austria dan Pemenang play-off D atau A.

Sejauh ini, Van Dijk telah bermain untuk Timnas Belanda 33 pertandingan dan telah menyumbang 4 gol.

Di awal kariernya sebagai seorang pesepak bola , Van Dijk sempat mengalami banyak kendala.

Van Dijk kerap dianggap lamban dan terlalu kecil, hingga punya penyakit komplikasi perut yang berbahaya.

Uniknya, setelah sembuh dari penyakit itu, pertumbuhan fisik Van Dijk begitu pesat dan hal itulah yang membuat kariernya menjadi pesepak bola mulai menemui titik terang.

Ketika bermain di akademi Williem II, Van Dijk sempat menjalani kerja sampingan sebagai tukang cuci piring.

Awalnya, dia bermain sebagai bek kanan.

Namun, karena fisiknya yang tumbuh begitu cepat sejak usia 17 tahun, ia lalu diplot sebagai bek tengah.

Meski begitu, ia justru dianggap tak punya potensi oleh Williem II dan akhirnya dilepas ke FC Groningen pada 2010. Disinilah karier bersinar Van Dijk bermula.

Hanya sebentar menghuni tim junior, Virgil van Dijk berhasil memulai debut profesional bersama FC Groningen pada musim 2011-12.

Di mana laga melawan ADO Den Haag, 1 Mei 2011 ia menjalani laga pertamanya.

Musim itu, ia hanya bermain lima kali dan mencetak dua gol di Eredivisie Belanda.

Musim selanjutnya, penampilan Van Dijk semakin solid bersama FC Groningen.

Di klub berjuluk Trots van het Noorden itu Van Dijk menjadi pemain inti dan sontak saja kemampuan apiknya dalam bertahan membuat dirinya dilirik oleh raksasa Skotlandia, Glasgow Celtic.

Musim 2013-14, Van Dijk resmi bergabung dengan Glasgow Celtic dengan harga 2,6 juta poundn (rp. 44 miliar).

Bersama klub besar di Liga Skotlandia itu, Van Dijk semakin solid dan menjelma sebagai tembok pertahanan yang kokoh.

Tercatat ia bermain sebanyak 115 kali dan menjaringkan 15 gol bersama klub berjuluk The Bhoys.

Selain itu, Van Dijk ikut mengantar Glasgow Celtic juara dua kali Liga Skotlandia dan satu Piala Skotlandia.

Penampilan apiknya bersama Glasgow Celtic, mengundang minat dari beberapa klub Liga Inggris.

Dan pilihan Van Dijk pun jatuh pada klub asal Inggris selatan, Southampton.

Pada musim 2015-16, Van Dijk dipingan oleh Southampton dengan bayaran sebesar 13 juta pound atau sekitar Rp. 224 miliar.

Van Dijk langsung menjadi andalan klub berjuluk The Saints tersebut, terlebih mereka memang butuh sosok bek tengah tangguh sepeninggal Dejan Lovren ke Liverpool pada musim 2014-15.

Debut Liga Inggris Van Dijk rasakan dalam laga melawan West Brom, di The Hawthorns 12 September 2015.

Semenjak saat itu, duetnya dengan bek internasional Portugal, Jose Fonte sangat kokoh dan sempat membawa Southampton finis di posisi keenam musim 2015-16.

Musim 2016-17, Van Dijk tetap tampil sebagai karang yang sulit ditembus penyerang-penyerang di Liga Inggris.

Dia sempat dijadikan kapten Southampton, ketika Jose Fonte pergi ke Liga China awal 2017.

Akan tetapi, cedera sempat membuat Van Dijk tak bermain penuh selama musim 2016-17.

Rumor dirinya diminati Liverpool sempat membuat relasi Van Dijk dan manajemen Southampton memanas.

Meski begitu, di paruh pertama musim 2017-18, ia masih berada di klub itu dan baru pindah ke Liverpool pada paruh keduanya.

Selama bersama Southampton, total Van Dijk bermain sebanyak 80 kali dan mencetak 7 gol disemua ajang.

Pada 27 Desember 2017, Liverpool mengumumkan akuisisi Van Dijk dari Southampton dengan biaya transfer sebesar 75 juta pound atau setara 75 juta poundsterling  atau setara Rp 1,3 triliun.

Harga itu menjadikan dirinya sebagai bek termahal dunia sebelum dipecahkan oleh Harry Maguire pada musim panas 2019 ini.

Debut Van Dijk bersama Liverpool terasa spesial, karena ia mencetak gol kemenangan dalam laga Piala FA melawan rival sekota, Everton pada 5 Januari 2018.

Sempat dicap sebagai pembelian mubazir oleh publik sepak bola, Van Dijk akhirnya mampu membuktikan kapasitasnya yang sesuai dengan harga yang ia sandang.

Di setengah musim 2017-18, Van Dijk memang gagal memberikan sesuatu yang penting bagi The Reds.

Namun, penampilan solidnya merubah mentalitas dan kekompakan lini belakang Liverpool.

Disisi lain, mentalitas Van Dijk yang membenci kekalahan mampu ia tularkan kepada rekan-rekan satu timnya.

Van Dijk adalah kepingan puzzle yang selama ini pelatih Liverpool, Juergen Klopp cari untuk menyempurnakan timnya, terutama membenahi lini belakang.

Selain itu, tubuhnya yang menjulang dan besar juga membuat Van Dijk mumpuni untuk melakukan duel udara.

Ditambah kemampuan olah bolanya yang tidak buruk, menjadikan Van Dijk disebut sebagai salah satu bek terbaik Eropa.

Hingga musim 2019-20, Van Dijk sukses mengantarkan Liverpool juara Liga Champions 2018-19 dan Piala Super Eropa 2019.

Selain itu, berkat penampilannya yang bagus selama musim 2018-19, Van Dijk dinobatkan sebagai pemain terbaik Eropa 2019 oleh UEFA.

Adapun sejumlah prestasi individu yang sukses diraih oleh Van Dijk, di antaranya seperti:

PFA Players' Player of the Year: 2018–19

PFA Team of the Year: 2018–19 Premier League

PFA Player of the Month: November 2018

Premier League Player of the Season: 2018–19

Premier League Player of the Month: December 2018

UEFA Men's Player of the Year Award: 2018–19

UEFA Defender of the Season: 2018–19

UEFA Team of the Year: 2018

UEFA Champions League Squad of the Season: 2017–18, 2018–19

UEFA Nations League Finals Team of the Tournament: 2019

FIFA FIFPro World XI 5th Team: 2018

Liverpool Fans Player of the Season Award: 2018–19

Liverpool Players' Player of the Season Award: 2018–19

Southampton Player of the Season: 2015–16

Biodata Atep, Legenda Hidup Persib Bandung yang Kini Bermain di Liga 2 2020

Biodata Pemain Akbar Tanjung, Gelandang Petarung Punya Badak Lampung FC

Biodata Daryono, Eks Persija Jakarta yang Kini Jadi Kiper Utama Badak Lampung FC

Biodata Pemain Kylian Mbappe, Bintang Muda dan Striker Timnas Prancis

PFA Scotland Team of the Year: 2013–14, 2014–15

Celtic FC Players' Player of the Year: 2013–14.

Demikian profil singkat atau biodata Virgil van Dijk. (tribunlampung.co.id/tama yudha wiguna)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved