Tribun Metro

DPRD Metro Minta Ada Rekayasa Lalu Lintas di Lokasi Pembangunan GSA Bumi Sai Wawai

Komisi I DPRD Kota Metro meminta adanya rekayasa lalu lintas di lokasi pembangunan Gedung Sesat Agung (GSA) Bumi Sai Wawai.

TRIBUN LAMPUNG/INDRA SIMANJUNTAK
Ilustrasi DPRD Metro - DPRD Metro Minta Ada Rekayasa Lalu Lintas di Lokasi Pembangunan GSA Bumi Sai Wawai. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Komisi I DPRD Kota Metro meminta adanya rekayasa lalu lintas di lokasi pembangunan Gedung Sesat Agung (GSA) Bumi Sai Wawai.

Ketua Komisi I DPRD Kota Metro Basuki mengatakan, kapasitas GSA Bumi Sai Wawai diperkirakan mampu menampung 300 kendaraan roda empat.

Karenanya, harus ada pertimbangan untuk rekayasa lalu lintas.

"Jika mampu menampung sekitar 300 kendaraan, tentunya menjadi pertimbangan juga dalam andalalin yang akan diberlakukan," Kata Basuki, Senin (23/3/2020).

Parpol Gotong Royong Bagikan Masker, Cegah Penyebaran Virus Corona di Kota Metro

KPU Metro Lakukan Verifikasi Faktual Mulai 26 Maret 2020

13 Tahun Jadi Budak Nafsu Ayah Kandung, Wanita 23 Tahun di Bandar Lampung Lapor Polisi

Anggota Polda Lampung Bawa Speaker Keliling Jalan Protokol Bandar Lampung Sampaikan Maklumat Kapolri

"Kalau tidak, arus lalu lintas di kawasan jalan Jenderal Sudirman dan AH Nasution bisa macet," tukasnya.

Untuk itu, pihaknya mengusulkan Pemkot segera melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar GSA Bumi Sai Wawai.

Karena setiap pembangunan di tengah kota harus mempertimbangkan andalalin, supaya tidak berdampak pada arus lalu lintas.

Hal senada juga diungkapkan Abdulhak, anggota Komisi I.

Ia menilai, rekayasa lalu lintas diperlukan agar tidak terjadi kemacetan di kawasan lokasi pembangunan gedung yang akan menjadi ikon Kota Metro tersebut.

Pemkot harus melakukan rekayasa lalu lintas dengan memperhatikan andalalin (analisa dampak lalu lintas).

Sehingga arus keluar masuk kendaraan ke gedung tidak menimbulkan kemacetan.

Kemudian mengarahkan kendaraan keluar gedung.

"Jika kendaraan mengarah ke jalan Jenderal Sudirman dan AH Nasution, akan berdampak pada penumpukan kendaraan dan memicu kemacetan lalu litas di persimpangan Tugu Pengantin dan Taman Merdeka Kota Metro," bebernya.

Ia meminta, pemkot menggunakan tenaga ahli dalam penanganan andalalin.

"Cari konsultan yang terakreditasi, minta mereka menganalisa andalalin di sekitar GSA itu," tuntasnya. (Tribunlampung.co.id/Indra Simanjuntak)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved