Kasus Corona di Lampung

Terminal Rajabasa Butuh Tenaga Medis untuk Deteksi Penderita Corona

Terminal Rajabasa membutuhkan tenaga medis profesional untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

Tribunlampung.co.id/Joviter Muhammad
Penumpang bus di Terminal Rajabasa menjalani pemeriksaan di bilik sterilisasi sebelum melanjutkan perjalanan, Minggu (29/3/2020). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Terminal Rajabasa membutuhkan tenaga medis profesional untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

Keberadaan tenaga medis di terminal diperlukan agar dapat segera menangani penumpang jika diketahui memiliki suhu tubuh di atas suhu normal.

Kepala Terminal Rajabasa Denny Wijdan mengatakan, pihaknya sudah melakukan sejumlah upaya dalam pencegahan virus corona.

Namun, masih terkendala ketersediaan dari tenaga medis.

Cara Driver Ojol di Lampung Atasi Dampak Corona, Jualan Hand Sanitizer hingga Semprot Disinfektan

Patroli Corona, Bupati Dewi Handajani Bubarkan 6 Resepsi Pernikahan di Tanggamus

Ayah di Lampung Tengah Tega Setubuhi 2 Anak Perempuannya, Salah Satunya Alami Retardasi Mental

Renggut 2 Nyawa, Motor vs Truk di Jalinbar Pringsewu Hanya Lecet

"Minimal ada dua orang tenaga kesehatan yang ditempatkan di sini. Karena mereka paham bagaimana menangani dari segi kesehatan penumpang," ujar Denny, Minggu (29/3/2020).

Untuk sementara, jika ada penumpang yang diketahui memiliki suhu tubuh di atas normal atau mencapai 37 derajat ke atas akan diarahkan ke ruang isolasi sementara.

Setelah diisolasi, penumpang yang dicurigai terpapar virus corona akan dijemput ambulans menuju rumah sakit rujukan.

"Sampai sejauh ini belum ditemukan," jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut Denny, setiap penumpang hendak keluar dari wilayah terminal wajib melewati bilik sterilisasi.

"Kami sudah mengutarakan untuk meminta bantuan tenaga medis ke dinas kesehatan. Namun sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya," katanya.

Pihaknya juga rutin menyemprot cairan disinfektan, baik di ruang tunggu penumpang maupun armada angkutan.

Mahendra (20), penumpang bus tujuan Semarang-Bandar Lampung, mengaku hampir setiap terminal bus yang ia singgahi mewajibkan para penumpang untuk melewati bilik sterilisasi.

Mahasiswa perguruan tinggi swasta di Kota Lumpia ini sengaja pulang ke kampung halaman setelah pihak kampus meniadakan perkuliahan selama darurat corona.

"Daripada gak ada kegiatan di sana ya saya pulang. Belum tau sampai kapan. Mudah-mudahan sebelum bulan puasa, corona sudah reda," katanya. (Tribunlampung.co.id/Joviter Muhammad) 

Penulis: joeviter muhammad
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved