Tribun Bandar Lampung

755 Polisi Terlibat Dalam Operasi Keselamatan Krakatau 2020, Berikut Sasaran Polda Lampung

Polda Lampung libatkan 755 personel dalam Operasi Keselamatan Krakatau 2020.

Dokumentasi Polda Lampung
Pembukaan Operasi Keselamatan Krakatau 2020 di gedung Siregar Wiyono Polda Lampung. 755 Polisi Terlibat Dalam Operasi Keselamatan Krakatau 2020, Berikut Sasaran Polda Lampung. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Polda Lampung libatkan 755 personel dalam Operasi Keselamatan Krakatau 2020.

Operasi Keselamatan Krakatau 2020 ini dalam rangka cipta kondisi menjelang Hari Raya Idul Fitri 2020 dan pencegahan virus corona atau Covid-19.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan Operasi Keselamatan Krakatau 2020 akan digelar selama 14 hari dari 06 April 2020 sampai 19 April 2020.

"Kegiatan ini akan melibatkan 755 personel Polda Lampung dan Polres jajaran dengan rincian 141 Satgas Ops Polda dan 614 Satgas Polresta atau Polres," ungkapnya, Senin 6 April 2020.

Personel Satpol PP Lampung Meninggal Dunia, Sempat Kawal Proses Pemakaman Pasien 10 Virus Corona

Demam Tinggi, Penumpang di Pelabujhan Bakauheni Dibawa ke RSUD Bob Bazar Kalianda

 UPDATE ODP Virus Corona di Lampung 1.833 Orang, PDP 37 Orang dan Pasien Positif Corona 13 Orang

 Polda Lampung Buru Penyebar Hoaks Akses Pelabuhan Bakauheni Ditutup

Pandra menuturkan, dalam Operasi Keselamatan Krakatau 2020 ini, personel Polri akan mengedepankan kegiatan yang bersifat preemtif maupun preventif.

"Yang berkaitan dengan pencegahan Covid-19, mulai dari upaya sosialisasi serta upaya-upaya pencegahan sehingga terciptanya situasi kamtibmas yang lancar, turunnya angka kecelakaan dan terwujudnya kepatuhan dan ketertiban masyarakat dalam berlalu lintas serta mengurangi penyebaran Covid-19," tegasnya.

Adapun target Operasi Keselamatan Krakatau 2020, kata Pandra, yakni pengemudi kendaraan dan penumpang yang menggunakan jalan tol.

Kemudian, lanjut Pandra, pengemudi kendaraan dan penumpang yang menggunakan jalan arteri provinsi, pengemudi kendaraan dan penumpang menggunakan jalan arteri dalam kota, pengemudi kendaraan dan penumpang yang keluar-masuk terminal, serta pengemudi kendaraan dan penumpang yang keluar-masuk stasiun kereta api.

"Lalu pengemudi kendaraan dan penumpang yang keluar-masuk pelabuhan, pengunjung di tempat-tempat keramaian (pasar, mall, hiburan, pusat ibadah keagaman), dan komunitas kendaraan R4-R2 dan komonitas sosial-budaya masyarakat," terangnya.

Untuk target benda, Pandra mengatakan, sasaran meliputi kendaraan pengguna jalan tol, kendaraan pengguna jalan arteri provinsi dalam kota dan desa, kendaraan yang keluar-masuk terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, dan bandara.

"Lalu kendaraan pengunjung di tempat-tempat keramaian, pasar, mall, hiburan, dan pusat ibadah keagaman serta kendaraan komunitas kendaraan R4-R2 dan komonitas sosial-budaya masyarakat," sebutnya.

Terkait sasaran lokasi operasi, lanjut Pandra, di antaranya jalan tol Trans Sumatera (ruas tol Bakauheni hingga ruas tol simpang pematang), jalan arteri, kawasan atau penggal jalan tertentu yang rawan pelanggaran, kecelakaan dan kemacetan lalu lintas dan pasar, pangkalan ojek/ojol, stasiun kereta api, bandara, terminal kota dan lain lain.

"Untuk target kegiatan, akan menyasar pada pengemudi kendaraan di jalan tol dan arteri; perkumpulan masyarakat di terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, dan bandara; perkumpulan masyarakat di tempat-tempat keramaian, pasar, mall, hiburan, pusat ibadah keagaman; perkumpulan masyarakat di tempat-tempat komunitas kendaraan R4R2 dan komonitas sosial-budaya masyarakat; dan perkumpulan pelajar, mahasiswa dan kaum melenial," tandasnya.(Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved