Breaking News:

Hati-hati Kolesterol Tinggi, Bisa Kena Serangan Jantung dan Stroke yang Sebabkan Kematian

Dalam satu tahun jumlah orang yang mengalami kolesterol tinggi bisa mencapai 2 juta.

Tribunlampung.co.id/Dini
dr Kartika Malahayati. Hati-hati Kolesterol Tinggi, Bisa Kena Serangan Jantung dan Stroke yang Sebabkan Kematian 

Laporan Reporter Tribun Lampung Jelita Dini Kinanti

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG- Hiperkolesterolemia atau kolesterol tinggi adalah kondisi yang banyak dialami orang di Indonesia.

Dalam satu tahun jumlah orang yang mengalami kolesterol tinggi bisa mencapai 2 juta.

dr Kartika Malahayati dari RSIA Belleza Kedaton mengatakan, kalau kolesterol tidak tinggi sebenarnya tidak berbahaya.

Tapi kalau kolesterol tinggi, ya bisa menjadi bahaya. 

Kolesterol tinggi dapat membuat plak di dinding pembuluh darah yang membuat dinding pembuluh darah menyempit.

Waspada Kolesterol Tinggi, Sebaiknya Cek Rutin Minimal Setahun Sekali

Tak Pandang Bulu, Orang Kurus pun Rentan Kolesterol Tinggi, Ini 3 Penyebabnya

Kenali Tanda-tanda Kanker Lambung, Pencegahan dan Cara Obati Kanker Lambung

Jangan Sepelekan Rasa Sakit Perut Bagian Bawah, Tanda Penyakit Usus Buntu

Bahaya kalau penyempitan itu terjadi di pembuluh darah jantung yang bisa menyebabkan serangan jantung.

Lalu jika penyempitan terjadi di pembuluh darah otak bisa menyebabkan stroke.

Baik serangan jantung maupun stroke dapat menyebabkan kematian.

Selain kematian, stroke juga dapat menyebabkan kelumpuhan.

Serangan jantung dan stroke itu yang disebut sebagai komplikasi dari kolesterol.

Komplikasi ini yang membuat seseorang akhirnya mengetahui kalau dirinya mengalami kolesterol tinggi.

Jika tidak ada komplikasi, kolesterol tinggi itu tidak memiliki gejala.

Kolestrol tinggi bisa dialami sejak usia muda, dan baik orang bertubuh gemuk maupun tidak gemuk.

Kalau ada yang berpendapat kolesterol tinggi hanya dialami oleh orangtua atau orang yang bertubuh gemuk, pendapat itu salah.

"Misal dia mengatakan, dok saya masih muda dan tubuh saya juga langsing jadi saya tidak mungkin mengalami kolesterol tinggi. Nah itu salah. Meski muda dan langsing kemungkinan mengalami kolesterol tinggi ada," kata dr Tika, sapaan akrabnya. 

Untuk itu disarankan agar rajin cek kolesterol tiga atau empat tahun sekali jika usianya sudah di atas 20 tahun.

Tapi kalau sudah pernah ketahuan mengalami kolestrol tinggi, harus lebih sering cek kolesterol.

Tidak perlu menunggu hingga tiga atau empat tahun.

Sebab jika pernah mengalami kolesterol tinggi, kemudian kolesterolnya turun, ada kemungkinan kolestrol akan kembali tinggi.

Jadi jangan langsung santai dan tidak menjaga diri dengan menjauhi makanan yang menjadi penyebab kolesterol tinggi.

Makanan itu adalah lemak jenuh.

Salah satu makanan yang banyak memiliki lemak jenuh adalah gorengan.

Santan-santanan juga merupakan minyak jenuh.

Selain minyak jenuh, terlalu banyak makan karbohidrat dan daging merah juga bisa sebabkan kolesterol tinggi.

"Ada yang mengatakan, dok saya tidak pernah makan daging merah. Tapi setelah ditanya makanan apa yang dimakan dia mengatakan banyak makan nasi padang. Harus diketahui nasi padang memiliki porsi nasi yang banyak. Kemudian nasi itu disiram santan," ucap dr Tika.

Bagi yang sudah mengalami kolesterol tinggi, dokter akan melihat seberapa tinggi kolesterolnya.

Kalau belum terlalu tinggi dan masih muda, dokter akan meminta mengatur pola diet dan aktivitas fisik.

Kalau sudah terlalu tinggi, dokter akan menyarankan untuk mengonsumsi obat-obatan yang bisa membantu metabolisme kolesterol.

Biasanya dengan pola diet dan aktivitas yang baik, dalam satu minggu kolesterol akan normal.

Tapi kalau dengan obat-obatan biasanya normalnya akan lebih cepat.

Tapi daripada mengobati, lebih baik mencegah dengan cara jangan banyak mengonsumsi minyak jenuh, karbohidrat, dan daging merah.

Kemudian perbanyak makan sayur dan buah. 

"Jadi kalau yang tadinya lebih banyak makan daging dan karbohidrat, sementara sayur dan buahnya sedikit, harus dibalik. Makan daging dan karbohidratnya sedikit saja, sementara sayur dan buahnya banyak," tukasnya. (Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti)

Penulis: Jelita Dini Kinanti
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved