Berita Nasional

Kisah Pasien Covid-19 Meninggal Dunia, Sang Anak Cerita Detik-detik Kematian Ayahnya

Seorang pasien Covid-19 meninggal dunia. Sang anak menceritakan detik-detik kematian ayahnya yang sempat ditolak rumah sakit.

Channel YouTube Talk Show tv One
Anak dari pasien Covid-19 meninggal dunia, David Mulya mengungkap kesaksiannya terkait kematian Sang Ayah. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Seorang pasien Covid-19 meninggal dunia. Sang anak menceritakan detik-detik kematian ayahnya yang sempat ditolak rumah sakit.

Anak dari pasien Covid-19 meninggal dunia, David Mulya mengungkapkan kesaksian saat menemani ayahnya.

Dilansir TribunWow.com (grup Tribunlampung.co.id) dari Channel YouTube Talk Show tv One pada Senin (13/4/2020), David mengatakan bahwa sang ayah mulai sakit pada 21 Maret 2020.

Mulanya, David menuturkan, dirinya hanya merawat ayahnya di rumah.

Hal itu lantaran gejala yang dialami hanya panas dan batuk.

UPDATE Corona Selasa 14 April 2020, Bertambah 282 Kasus Jadi 4.839 Kasus, 459 Orang Meninggal

Diingatkan Pakai Masker, Pria Kekar Mengamuk Mau Pukuli Laki-laki Paruh Baya di Bogor

Bripka Jerry Bantu Makamkan Jenazah Pasien Corona yang Telantar, Kaget Ditelepon Langsung Kapolri

Mahasiswi Dibunuh di Dalam Angkot, Pembunuhan Sadis Terungkap Berkat Rekaman CCTV dan Kode IMEI

"Jadi, dia itu mulai ada demam itu di tanggal 21 Maret, demamnya masih sekitar 37,5 tapi sudah ada batuk dan dia merasa meriang, panas."

"Nah kita diemin dulu, kita kasih obat biasa nah setelah itu di tanggal 23 panasnya makin naik, 38 nah di situ kita langsung memutuskan ke rumah sakit," kata David Mulya.

Saat dibawa ke rumah sakit dan ditanya dokter, David menjelaskan bahwa ayahnya sempat ke luar negeri dan luar kota.

"Ke rumah sakit, pas di sana melakukan tes biasa belum untuk Covid-19 masih cuma ditanya keluhannya apa dan ditanya jalan ke luar negeri enggak."

"Saya cerita bapak sebelum dua minggu tanggal 21, bapak pergi ke Singapura, setelah dari Singapura dia ke Bandung. Dokternya langsung cek darah sama Xray pas hasilnya keluar langsung dinyatakan PDP Covid-19," ungkap dia.

Kemudian, David menceritakan setelah itu ayahnya ditanya banyak terkait identitas dan dengan siapa saja ia pernah berkontak.

Meski sudah berstatus PDP, dokter menyarankan agar sang ayah melakukan isolasi mandiri hingga mendapat kabar dari pihak terkait.

Setelah dua hari hingga tiga hari, David menjelaskan, tidak ada kabar dari pihak terkait dan justru disuruh menunggu.

Karena ayahnya tak kunjung membaik, David akhirnya memutuskan membawa sang ayah ke rumah sakit.

Saat diperiksa, paru-parunya sudah dipenuhi bercak putih.

"Empat hari Papa panasnya naik turun, naik turun, sampai akhirnya kita bawa ke rumah sakit untuk ngelakuin tes darah ama CT scan."

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved