Pilkada Serentak 2020
Pandemi Corona, KPU Targetkan Partisipasi Pemilih di Pilkada Serentak 2020 Capai 70 Persen
Di tengah pandemi virus corona (Covid-19), partisipasi masyarakat untuk menyukseskan Pilkada Serentak 2020, kemungkinan besar berkurang.
Penulis: kiki adipratama | Editor: Noval Andriansyah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Di tengah pandemi virus corona (Covid-19), partisipasi masyarakat untuk menyukseskan Pilkada Serentak 2020, kemungkinan besar berkurang.
Padahal, dalam pesta demokrasi, partisipasi masyarakat menjadi hal yang mendasar sebagai tolok ukur sukses tidaknya pemilu.
Hal tersebut terungkap saat Live Streaming Talkshow Dinamika Pilkada 2020 di tengah Pandemi Covid-19, Senin (20/4/2020).
Talkshow tersebut menghadirkan narasumber Ketua KPU Bandar Lampung Dedi Triadi.
• LINK Live Streaming Talkshow dengan Ketua KPU Bandar Lampung Dedi Triadi, Senin 20 April 2020
• Cegah Penyebaran Virus Corona, TPU Blok 7 Sawah Brebes Tiadakan Ziarah Makam
• Bantu Loper dan Pengecer Koran, Rotary Club Lampung Berikan 500 Masker Kain untuk Cegah Corona
• Wagub Nunik Bagikan Masker Gratis ke Pedagang dan Pembeli di Pasar Sentral Kotabumi
Menyikapi hal tersebut, Dedi Triadi mengatakan, KPU Bandar Lampung telah merancang metode untuk tetap meningkatkan partisipasi masyarakat di angka 70 persen.
"Iya, memang ini menjadi tantangan bagi kita untuk meningkatkan partisipasi, apalagi di tengah pandemi hari ini," ungkap Dedi saat Talkshow Live On tentang Dinamika Pilkada 2020 ditengah Covid-19 bersama Tribunlampung, Senin (20/4/2020).
"Kita akan manfaatkan sosialisasi dengan tekonlogi berbasis internet."
"Kita targetkan sesuai dengan target nasional partisipasi masyarakat sampai 70 persen," imbuhnya.
Dedi menjelaskan, partisipasi pemilu di kalangan masyarakat Bandar Lampung sejauh ini selalu meningkat.
Di mana, lanjut Dedi, pada Tahun 2010, tingkat partisipasi masyarakat Bandar Lampung sebesar 59 persen atau sekitar 350 daftar pemilih tetap (DPT) dari 600 DPT.
Sementara, pada Tahun 2019, terus Dedi, tingkat partisipasi masyarakat Bandar Lampung sebesar 66 persen atau sekitar 396 DPT.
"Maka tadi, ini menjadi tantangan tersendiri bagi kita bagaimana supaya tingkat partisipasi terus meningkat dengan target 70 persen."
"Tahun 2010 tingkat partisipasi 59 persen, dari 600 DPT-nya, 2019 kemarin itu 66 persen," jelasnya.
Untuk itu, terus Dedi, teknologi merupakan cara yang dinilai cukup baik untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menyongsong Pilkada Serentak 2020 di tengah pandemi Covid-19.
"Kita akan memanfaatkan teknologi untuk melakukan sosialisasi, kita akan gunakan terobosan salah satunya menggunakan aplikasi (Gerbang Demokrasi KPU Bandar Lampung)," tuturnya.