Breaking News:

Menarik Nafas Ketika Puasa, Kiat Milenial Redam Emosi di Bulan Ramadan

di saat sedang menjalankan ibadah puasa umat muslim harus menahan diri diri dari emosi dan juga menjaga hati selama berpuasa.

Tribun Lampung/Muhammad Hardiansyah
Dwi Satiti Mahasiswi UIN Raden Intan Lampung. 

TRIBUN LAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Puasa pada bulan suci Ramadan adalah salah dari lima rukun Islam yang wajib dijalankan bagi setiap muslim di setiap tahunnya. Akan tetapi di saat sedang menjalankan ibadah puasa umat muslim harus menahan diri diri dari emosi dan juga menjaga hati selama berpuasa.

Berpuasa, saat perut kosong konon merupakan salah satu cara untuk melatih konsentrasi dan menjaga emosi. Tetapi hal ini bukanlah suatu yang mudah dan tak jarang emosi itu malah meluap ketika sedang berpuasa karena berbagai sebab dan alasan.

Seperti halnya yang juga dirasakan oleh Dwi Satiti Mahasiswi Jurusan Pendidikan Bahasa Arab UIN Raden Intan Lampung. Ia mengaku kerap kali merasa kesal dan emosinya memuncak saat sedang menjalankan ibadah puasa, contohnya menurut Dwi saat berbicara dengan temannya atau siapa saja yang ia ajak bicara, namun lawan bicaranya tersebut tidak nyambung saat diajak berbicara.

Pemain Badak Lampung, Roni Rosadi Target Khatam Al-Quran Selama Ramadan 2020

"Biasanya pertama kalo lagi puasa yang buat emosi kalau lagi ngomong sama teman atau siapa, tapi yang diajak ngomong nggak nyambung-nyambung malah bikin emosi keluar. Terus satu lagi kalo lagi puasa-puasa gini suka jengkel banget lihat orang (muslim) yang nggak puasa tanpa sebab, terus jojong aja gitu nggak punya malu makan, minum atau ngemil didepan orang yang lagi puasa, "ungkap gadis yang masih duduh di semester dua ini kepada Tribunlampung.co.id, Jumat (15/5/2020).

Menurutnya jika sedang berpuasa cara untuk mengendalikan emosi ia lebih memilih untuk banyak diam dan menahan diri setiap kali akan marah atau emosi. Namun ketika emosi itu keluar Dwi mengatakan ia akan menarik nafas dan berusaha meredam amarahnya agar tidak semakin memuncak, dan meninggalkan hal-hal yang membuatnya marah dan emosi.

"Terus lebih banyak sabar, sama baca istighfar dan fokus aja sama apa yang sedang dijalankan, inget kalo lagi puasa," terusnya.

Ia juga mengatakan selama menjalankan ibadah puasa harus menghindari berfikiran negatif atau berfikiran yang aneh-aneh, seperti membicarakan orang lain atau mencari-cari keburukan orang lain. "Kemudian bersikapnya selayaknya orang yang sedang berpuasa, usahakan tidak berkata-kata kasar," tambahnya.

Hal senada juga diutarakan Muhtadiana Afiah Pratami Mahasiswi Jurusan Hukum Tatanegara UIN Raden Intan Lampung. Ia mengatakan kerap kali tersulut emosi saat sedang menjalankan ibadah puasa.

Seperti saat situasi seperti saat ini dalam pandemi Covid-19 ia dan teman-temannya harus berkuliah dirumah secara online. Kemudian tugas-tugas yang diberikan dosen cukup banyak.

"Contohnya sekarang kan lagi kuliah online, nah itu kan suka ada tugas dari dosen lumayan banyak dan berkelompok ngerjainnya. Tapi malah nggak ada yang mau ngerjain mau enaknya aja gitu terima beres, itu kadang yang bikin emosi juga saat puasa. Terus sama terlalu banyak mikirin hal-hal yang nggak penting, seperti berfikiran negatif yang memicu pikiran berprasangka buruk kepada orang lain atau curiga gitu, kadang emosi juga, " ungkap Mahasiswi semester empat ini.

Hukum Membayar Zakat Fitrah Online di Bulan Ramadan

Halaman
12
Penulis: Muhammad Hardiansyah Kusuma
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved