Tribun Bandar Lampung

Polda Lampung Hentikan Penyidikan Pembangunan Rumah Sakit di Kupang Tebak Setelah 2 Tahun Lewat

Ditreskrimum Polda Lampung telah menghentikan penyelidikan pembangunan Rumah Sakit Mitra Kosasih Kupang Tebak.

Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa
Ilustrasi - Polda Lampung Hentikan Penyidikan Pembangunan Rumah Sakit di Kupang Tebak Setelah 2 Tahun Lewat. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung telah menghentikan penyelidikan pembangunan Rumah Sakit Mitra Kosasih Kupang Tebak.

Sebelumnya proses pembangunan Rumah Sakit Mitra Kosasih Kupang Tebak sempat diadukan ke Polda Lampung lantaran diduga adanya tindak pidana penggelapan dengan terlapor Dr Tri Herlianto, dr. Tito Sunarto, dan Prof Nurdiono bernomor LP/B-1421/XII 2017/SPKT tanggal 3 Desember 2017.

Adapun pemberhentian penyidikan ini teruang dalam surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) dengan nomor B/265/RES.1.11./V/2020/Ditreskrimum tanggal 8 Mei 2020.

Masih Pandemi Covid-19, Jalan Protokol di Bandar Lampung Padat Kendaraan H-5 Lebaran 2020

Penasihat Hukum ketiga terlapor D Angga Refananda dan Adi Gunawan dari kantor Hukum Catra Biksa mengatakan pihaknya telah menerima SP2HP tersebut.

"Dalam Surat tersebut pihak Polda Lampung memastikan tidak dapat menindaklanjuti laporan terkait dugaan tindak pidana penggelapan dalam Jabatan di proses pembangunan RS Mitra Kosasih ke tahap penyidikan," ungkap Angga, Senin 18 Mei 2020.

Kata Angga penghentian penyidikan tersebut lantaran proses pembangunan Rumah Sakit yang berada di jalan Salim Batubara Kelurahan Kupang Teba tersebut merupakan keputusan bersama yang di ambil dalam RUPS.

"Termasuk sumber dana pembiayaan dan alokasi biaya pembangunan RS Mitra Kosasih, namun dalam proses nya terjadi perbedaan pendapat ataupun konflik di internal para pemegang saham maka penyelesaiannya melalui mekanisme yang di atur dalam AD-ART Perseoroan dan UU PT40/2007," imbuhnya.

Angga menjelaskan perkara ini bermula dari adanya perselisihan diantara para pemegang saham PT Mitra Kosasih sekitar tahun 2017.

"Salah seorang pemegang saham menuding ketiga rekannya (Dr Tri Herlianto, dr Tito Sunarto dan Prof Nurdiono) melakukan dugaan tindak pidana penggelapan dalam jabatan ditengah proses pembangunan RS Mitra Kosasih," jelasnya.

Angga menambahkan atas dugaan tersebut, ketiga diadukan ke Polda Lampung.

"Namun penyidik memutuskan tidak bisa menindaklanjuti perkara tersebut ke tingkat penyidikan karena tidak memenuhi unsur pidana," tandasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad membenarkan adanya SP2HP dengan nomor B/265/RES.1.11./V/2020/Ditreskrimum tersebut.

"Iya, SP2HP adalah kewajiban penyidik memberikan perkembangan hasil penyidikan kepada pelapor, jelasnya bisa langsung ke penyidik," tutupnya.(Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved