Tribun Lampung Selatan

Gugus Tugas Covid-19 Seberangkan Pemudik yang Tertahan di Bakauheni

Arus kedatangan warga yang hendak mudik ke kampung halamannya di pulau Jawa masih terus mengalir di pelabuhan Bakauheni hingga siang ini.

Tribun Lampung/Dedi Sutomo
Kembali ratusan warga yang hendak pulang kampung ke Jawa, diberangkatkan dari Pelabuhan Bakauheni. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Arus kedatangan warga yang hendak mudik ke kampung halamannya di pulau Jawa masih terus mengalir di pelabuhan Bakauheni hingga siang ini.

Kondisi ini membuat penumpukan penumpang pejalan kaki ke berbagai daerah di pulau Jawa di pelabuhan Bakauheni tetap terjadi.

Untuk menghindari terus bertambahnya penumpukan penumpang  di pelabuhan Bakauheni, gugus tugas covid-19 di pos cek poin bersama Dinas Kesehatan pun mengambil kebijakan untuk menyeberangkan sebagian warga yang tertahan ini ke pelabuhan Merak.

Jelang Lebaran Angkutan Logistik di Bakauheni Naik 61 Persen

Alasan kemanusian menjadi pertimbangan untuk memberikan izin warga menyeberang. Pasalnya, warga ini rerata sudah tertahan 2 hari di pelabuhan Bakauheni.

Sebelum menyeberang, warga yang sudah tidak lagi bekerja ini didata terlebih dahulu. Kemudian dilakukan pengecekan kesehatan untuk mendapatkan surat keterangan sehat. Barulah diizinkan untuk menyeberang.

“Sejak pagi hingga siang ini, setidaknya sudah ada 273 orang yang telah diseberangkan,” kata Humas PT ASDP cabang Bakauheni Saifulahil Maslul Harahap, Selasa (19/5).

 Menurut dirinya, sore ini masih ada warga yang hendak pulang kampung dan telah tertahan beberapa hari yang sedang dalam proses untuk bisa diizinkan menyeberang ke pulau Jawa.

Meski sudah ribuan warga yang pada akhirnya diseberangkan karena alasan kemanusiaan. Tetapi arus kedatangan warga yang hendak pulang kampung ke pulau Jawa masih terus berdatangan di pelabuhan Bakauheni hingga siang ini.

Masih ada ratusan warga yang hendak pulang ke kampung halamannya di berbagai daerah di Jawa yang masih tertahan di pelabuhan Bakauheni.

“Memang masih terus ada yang datang. Siang ini saja di pos cek poin pintu masuk pelabuhan masih cukup banyak warga yang sedang didata,” ujar Saiful.

Tidak hanya di Bakauheni, ratusan warga yang hendak pulang kampung ke Sumatra juga tertahan di pelabuhan Merak, Banten.

Informasi yang Tribunlampung dapatkan, warga ini tidak diperbolehkan menyeberang setelah adanya larangan mudik serta pembatasan angkutan penyeberangan untuk penumpang pejalan kaki, kendaraan pribadi dan bus angkutan penumpang.(Tribunlampung/Dedi Sutomo)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved