Kisah Militer Israel yang Kerap Kalang Kabut Saat Diserang Roket 'Murahan' Milik Pejuang Hamas

Dengan cerdiknya, mereka menerapkan strategi asimetrik dengan cara menembakkan sejumlah roket yang rata-rata buatan sendiri. Militer Israel benar-bena

Yoyok Prima Maulana
Hamas dan roket andalannya Qassam 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Untuk mencegah masuknya tentara militan dari Palestina, militer Israel membangun tembok pembatas mirip tembok Berlin di era Perang Dingin.

Warga Palestina yang masuk ke Israel untuk berbagai keperluan seperti bekerja, mengunjungi saudara, dan lainnya harus melalui pintu-pintu khusus yang dijaga pasukan laknatullah yahudi bersenjata lengkap. 

Di sisi lain tembok pembatas juga mencerminkan bahwa warga yahudi Israel telah hidup dalam semacam penjara raksasa akibat ketakutan yang berlebihan setelah menguasai dan merampok sejumlah tanah milik Palestina.

Meski terhalang tembok, para pejuang Palestina yang ingin melancarkan serangan terhadap Israel tidak kurang akal. 

Salah satu kelompok pejuang yang secara rutin menyerang wilayah Israel adalah pejuang Hamas yang berbasis di Jalur Gaza.

Gara-Gara Virus Corona, Palestina dan Israel Sementara Bersatu, Lawan Covid 19 

BERITA FOTO - Ucap Takbir, Jamaah Muslimin Hizbullah Gelar Aksi Bela Palestina

Baraa Masoud, Hafiz Alquran Ganteng Asal Gaza Palestina, Diangkat Anak oleh Mantan Istri Caesar

Dengan cerdiknya, mereka menerapkan strategi asimetrik dengan cara menembakkan sejumlah roket yang rata-rata buatan sendiri. Militer Israel benar-benar merasa kelimpungan. 

Daya gempur dari roket-roket berhulu ledak rendah itu memang tidak begitu menghancurkan tapi efek terornya begitu luar biasa. 

Apalagi pejuang Hamas selalu mengancam bahwa mereka bisa memproduksi roket berhulu ledak besar dan siap menghancurkan sasaran Israel dalam jarak jauh. 

Sesumbar itu jelas tidak bisa dianggap main-main. Pasalnya  untuk memperoleh senjata mematikan, Hamas bisa mendapat bantuan dari negara yang selama ini merupakan musuh bebuyutan Israel seperti Suriah, Mesir, dan Iran.

Serangan roket Hamas yang secara psikologi  mengguncang warga Israel dimulai pada 2008 menggunakan roket-roket berbentuk kecil dan berdiameter 90-70 mm. 

Halaman
123
Editor: Romi Rinando
Sumber: Intisari Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved