Tribun Bandar Lampung

BMKG Prediksi Gelombang Tinggi di Perairan Lampung hingga Tiga Hari ke Depan

cuaca sampai tanggal 27 nanti atau tiga hari ke depan masih harus waspada adanya tinggi gelombang

TribunLampung/Tri Yulianto
Ilustrasi - Nelayan di Kota Agung diminta waspada gelombang tinggi 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Radin Inten II memprediksi hingga tiga hari ke depan, masih terjadi potensi gelombang tinggi di perairan Lampung.

Hal itu disampaikan oleh Kasi Data dan Informasi BMKG Rudy Haryanto kepada Tribunlampung.co.id, Senin (25/5/2020).

"Prakiraan cuaca sampai tanggal 27 nanti atau tiga hari ke depan masih harus waspada adanya tinggi gelombang," jelas Rudy.

Rudy menambahkan siklus gelombang tersebut sebenarnya hal yang normal setiap bulan, tetapi karena didukung gangguan cuaca sehingga ketika terjadi tinggi gelombang memicu banjir rob yang tidak biasa.

"Jadi pertama memang dari pantauan kita banjir rob puncaknya jam 9 pagi tadi. Kondisi di pesisir laut mulai dari Teluk Lampung, Selat Sunda, sampai Pesisir Barat memang ada kenaikan disebabkan oleh fenomena alami," terang Rudy.

Warga Pulau Pasaran Gotong Royong Bersihkan Sampah yang Terbawa Banjir Rob

Pelabuhan Bakauheni Lengang di Hari Kedua Lebaran Idul Fitri 1441 H

Penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni Tak Terdampak Gelombang Tinggi

"Tinggi gelombang kita prakirakan sampai 4 meter di sekitaran wilayah Lampung, sehingga mendorong seolah olah dampaknya air banjir rob yang tidak seperti biasanya," sambungnya.

Cuaca buruk di Barat Sumatera menjadi faktor terjadinya convergensi fan belokan angin yang mengakibatkan tingginya gelombang di pesisir perairan Lampung.

"Ada juga fenomena gangguan di Barat Sumatera yang mengakibatkan convergensi dan belokan angin yang mana disitulah berakibat tingginya gelombang," jelasnya.

Rudy juga mengimbau kepada masyarakat di daerah pesisir pantai dan nelayan untuk tetap waspada.

"Imbauan kami bagi masyarakat yang tinggal di pesisir pantai harap untuk lebih waspada terhadap kenaikan muka air laut, dan juga bagi nelayan sedehana yang menggunkan kapal-kapal kecil di Selat Sunda bagian selatan maupun di barat Lampung untuk lebih berhati-hati dan waspada karena kita prakirakan masih ada gelombang tinggi hingga 3 hari ke depan," pungkas Rudy.

Sementara itu pantauan Tribunlampung.co.id di beberapa titik pantai seperti di Lampung Selatan tampak air pasang laut hingga membasahi jalan raya yang ada di pinggir pantai.

Bahkan air laut juga sempat menggenangi halaman rumah warga di sekitar pesisir pantai.

(Tribunlampung.co.id/Ahmad Robi)

Penulis: ahmad robi ulzikri
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved