Tribun Bandar Lampung

Belajar di Sekolah Akan Diaktifkan Lagi, Pengamat Unila Sebut Belum Tepat Diterapkan

Pengamat Pendidikan Universitas Lampung Dr Riswanti Rini MSi menilai, kondisi New Normal belum tepat diterapkan termasuk di lingkup pendidikan.

TRIBUNNEWS.COM/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi - Siswa sekolah dasar negeri 002 Ranai melakukan aktivitas belajar menggunakan masker di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Indonesia, Selasa (4/2/2020). Belajar di Sekolah Akan Diaktifkan Lagi, Pengamat Unila Sebut Belum Tepat Diterapkan. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pengamat Pendidikan Universitas Lampung Dr Riswanti Rini MSi menilai, kondisi New Normal belum tepat diterapkan termasuk di lingkup pendidikan, di mana belajar di sekolah maupun kampus yang rencananya akan diaktifkan kembali.

Terlebih kondisi pasien terkonfirmasi positif, di Lampung khususnya, yang masih terus bertambah signifikan dan belum menunjukkan kondisi melandai.

"Sebenarnya masih sangat mengkhawatirkan untuk penerapan New Normal, karena (pasien positif corona) masih bertambah terus," beber Wakil Dekan 3 FKIP Unila ini kepada Tribunlampung.co.id, Sabtu (30/5/2020).

Semisal tidak ada perkembangan pertambahan, kemudian kondisinya hanya dalam proses penyembuhan-penyembuhan menurutnya tidak masalah untuk penerapan New Normal.

"Tapi sekarang ini kan justru makin bertambah dan bertambah lagi. Belum lagi sikap dan mental masyarakatnya," paparnya.

 12 Pasien Positif Corona di Lampung Dinyatakan Sembuh Covid-19, 3 Orang Asal Bandar Lampung

 Warga Mesuji Ditangkap Polisi karena Mencuri di Pringsewu, Alasannya Mengharukan

 Pemkab Tubaba Siapkan Format New Normal Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah

 Komisi V DPRD Lampung Soroti Kebijakan Pengaktifan Kembali Proses Belajar Mengajar di Sekolah

Dia menilai persoalan mendasar juga ada di sikap dan mental masyarakat dimana sangat sulit menerapkan imbauan pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan dengan semestinya sesuai anjuran.

"Lebaran nggak boleh mudik tetap mudik. Pada saat masjid ditutup, Jumatan nggak boleh, justru ngumpul di pusat perbelanjaan beli baju Lebaran," kata dia.

Padahal larangan dan imbauan pemerintah semata-mata untuk masyarakat dan kebaikan masyarakat itu sendiri.

Melihat fenomena-fenomena pelanggaran protokol di tengah masyarakat seperti ini dinilainya memang belum layak untuk menerapkan New Normal.

Karena penerapan New Normal tentu bakal membuka lagi ruang-ruang publik.

Halaman
123
Penulis: sulis setia markhamah
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved