Tribun Lampung Selatan

Disdik Lamsel Siapkan Hand Sanitizer Bila Belajar Mengajar New Normal Diterapkan

Dinas Pendidikan Lampung Selatan telah menyiapkan tata laksana proses belajar mengajar di sekolah pada kondisi new normal.

Penulis: Dedi Sutomo | Editor: soni
Thomas Americo 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Dinas Pendidikan Lampung Selatan telah menyiapkan tata laksana proses belajar mengajar di sekolah pada kondisi new normal. Ini dipersiapkan meski kebijakan untuk kembali ke bangku sekolah belum ada kepastian.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Thomas Americo mengatakan, untuk pelaksanaan belajar di rumah masih akan berlangsung hingga 12 Juli mendatang.

"Sedangkan untuk masuk belajar seperti biasa, kita masih menunggu regulasi dari Kementerian Pendidikan, seperti apa nantinya," kata dia, Rabu (3/6).

Bupati Winarti Tinjau Pelayanan di RSUD Menggala Sebagai Persiapan Penerapan New Normal

Menurut dirinya, Disdik pun telah menyiapkan tata laksana untuk protokol kesehatan bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah untuk penerapan new normal.

Seperti aturan tentang jaga jarak, menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer, menyiapkan thermal gun, penggunakan sistem shift untuk proses belajar mengajar dan beberapa aturan lainnya.

"Untuk modelnya sudah kita konsep. Tetapi kita tetap masih menunggu arahan dari Kementerian Pendidikan," ujar Thomas.

Saat disinggung tentang kelulusan SMP dan SD serta proses penerimaan siswa baru pada tahun ajaran baru, dirinya mengatakan, untuk kelulusan SMP akan diumumkan pada 5 Juni ini.

Sedangkan untuk SD akan diumumkan pada 15 Juni mendatang. Sementara untuk kenaikan kelas tanggal 20 Juni.

PPDB SMA, Disdikbud Minta Sekolah Swasta Tingkatkan Mutu Pendidikan untuk Dapatkan Murid

Adapun proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) SD telah dibuka sejak 1 Mei hingga 4 Juli mendatang. Sedangkan untuk SMP 15 Juni hingga 30 Juni mendatang.

Untuk proses pendaftaran siswa baru ini melalui sistem online. Menggunakan fasilitas daring melalui aplikasi PPDB, WhatsApp dan web serta aplikasi lainnya.

"Meski untuk penerimaan PPDB ini memakai sistem online dan daring. Kita tetap menyiapkan panitia di sekolah. Ini untuk memfasilitasi jika ada orangtua yang tidak paham dengan sistem online dan daring," kata Thomas Americo.

Dirinya mengatakan, tidak semua orangtua memiliki HP yang bisa mengakses PPDB secara online. Ada juga orangtua yang justru tidak paham melakukan pendaftaran secara online.(tribun lampung/dedi sutomo)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved