Tribun Tulangbawang Barat

Patung Semar di Tubaba Akan Ditambah Ornamen Lampung

Hasil musyawarah mufakat antar tokoh adat di Sekretariat Federasi Megou Pak Tulangbawang, Kabupaten Tubaba menyepakati keberadaan patung Semar

Penulis: Endra Zulkarnain | Editor: soni
TRIBUN LAMPUNG/ENDRA ZULKARNAIN
TERBUKA - Musyawarah Federasi Adat Megou Pak Tulangbawang menyepakati keberadaan patung Semar di Tiyuh Totomulyo, Kecamatan Gunung Terang, Tulangbawang Barat sebagai penanda bahwa wilayah Tubaba terbuka bagi siapapun, Rabu (3/6). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PANARAGAN - Hasil musyawarah mufakat antar tokoh adat di Sekretariat Federasi Megou Pak Tulangbawang, Kabupaten Tubaba menyepakati keberadaan patung Semar yang berdiri di Tiyuh Totomulyo, Kecamatan Gunung Terang, Tulangbawang Barat (Tubaba)

Bupati Tulangbawang Barat Umar Ahmad mengatakan, patung Semar akan disandingkan dengan kebudayaan adat Megou Pak. Hal ini sebagai penanda bahwa Tubaba terbuka bagi suku apapun yang datang untuk hidup berdampingan dengan masyarakat Tubaba.

"Kita sepakat hasil rapat Federasi Megou Pak nanti akan ditambah sesuai dengan cerita yang ada di wilayah itu (Totomulyo)," kata Umar susai musyawarah, Rabu (3/6).

Pemkab Tuba Cuek dengan Unjuk Rasa Harkitnas Megou Pak

Menurut Umar, nantinya di lokasi berdirinya patung Semar akan ditambah ornamen Lampung.
"Jadi di tempat itu kita buat narasi, Semar datang ke tempat ini kemudian disambut oleh masyarakat adat Megou Pak. Kemudian diterima sebagai warga adat yang ada di sini," kata Umar.

"Nah ini akan menjadi simbol dari proses penobatan tiyuh-tiyuh transmigrasi untuk menjadi adat di Megou Pak Tulangbawang sesuai dengan wilayah masing-masing," kata Umar Ahmad.

Perwatin Adat Megou Pak Tulangbawang Beri Gelar Dua Tokoh

Perencanaan penobatan untuk tiyuh transmigrasi dipastikan akan di anggarkan pada tahun 2021.
Dan penobatan Tiyuh transmigrasi Tubaba nantinya dianggarkan dari masing-masing-masing Tiyuh yang ada di Bumi Gayo"Ragem Sai Mangi Wawai.

"Kita susun ceritanya dulu yang dibenerin, baru nanti visual menyusul. Tapi untuk anggaran patung ya karena dia tepat di Toto Mulyo maka Tiyuh itu yang akan dibebani," kata Umar.

Hal itu, kata Umar, tidak hanya sekadar bicara Tubaba, tapi lebih luas sebagai simbol keterbukaan masyarakat Lampung dalam menerima masyarakat pendatang.

"Itu yang saya bilang, bahwa sebenarnya migrasi itu tidak hanya sekarang terjadi tetapi sebenarnya sudah terjadi puluhan tahun bahkan ratusan tahun yang lalu," tandas Umar. (tribun lampung/endra zulkarnain)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved