Jenderal Mark Tolak Perintah Presiden AS Kerahkan Militer Redam Aksi Demo, Trump Akhirnya 'Mundur'

Dia mengatakan kepada wartawan keputusan untuk membersihkan taman dan memperluas pagar pembatas di sekitar Gedung Putih telah dibuat sebelum keputusan

TRIBUN JOGJA
Ketua Kepala Staf Gabungan Mark Milley mengeluarkan teguran publik dari Donald Trump dalam memo Kamis di mana pasukan yang diberitahu untuk 'menegakkan Konstitusi' ketika presiden memanggil militer untuk mempertahankan Washington D.C. terhadap perusuh George Floyd 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Insiden tewasnya Goerge Floyd, membuat kondisi sosial politik di Amerika Serikat  menghangat. 

Banyak aksi demo dan kerusuhan di hampir seluruh negara bagian di AS.

Bahkan, Presiden AS Donlad Trump berencana mengerakan kekuatan militer

Perwira tinggi militer Amerika Serikat, Jenderal Mark Milley, pun disebut terlibat dalam perdebatan keras dengan Presiden Donald Trump awal pekan ini.

Insiden terjadi ketika Presiden Trump menyatakan niatnya mengakhiri kerusuhan dan protes di sejumlah negara bagian dan Ibu Kota AS dengan mengirim pasukan militer aktif ke kota-kota.

Derek Chauvin, polisi yang tindih leher George Floyd hingga tewas
Derek Chauvin, polisi yang tindih leher George Floyd hingga tewas (Reuters)

 

Eks Anak Buah Donald Trump Sebut Presiden AS Berusaha Menabur Perpecahaan di Amerika Serikat

Pria Bertato Peta Indonesia Ungkap Alasan Rusuh saat Ikut Demo George Floyd di AS

Pasca Keok dari Khabib, Prilaku Conor McGregor Berubah, Bijak Komentari Kematian George Floyd

Seorang pejabat militer senior menyebut keduanya terlibat perdebatan keras sebelum akhirnya Trump akhirnya mundur.

Menanggapi permintaan Trump untuk menurunkan tentara ke kota-kota besar A.S. tempat kerusuhan dan protes terjadi, Jenderal Milley dikatakan tetap tegar, menjawab:

“Saya tidak akan melakukan itu. Mereka (tentara) tugasnya untuk penegakan hukum,” katanya dikutip Daily Mail.

Protes di Washington termasuk di antara mereka secara nasional setelah kematian Floyd, seorang pria kulit hitam yang meninggal ketika seorang polisi kulit putih menekan lututnya ke lehernya selama beberapa menit.

Pejabat yang dikatakan telah mendengar argumen mengatakan kepada New Yorker:

Halaman
1234
Editor: Romi Rinando
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved