Kabar Artis

Diminta Bayar Tagihan Listrik Rp 2,1 Juta, Tompi Meradang, PLN Langsung Merespon Minta Maaf

"Besok saya kirim ya. Itu kantor kosong gak dipake karena hampir 3 bulan tutup," jawabnya. Besok sy kirim ya. Itu kantor kosong gak dipake krn hampir

Editor: Romi Rinando
wartakota
Diminta Bayar Tagihan Listrik Rp 2,1 Juta, Tompi Meradang, PLN Langsung Merespon Minta Maaf 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Akhir -akhir ini, banyak masyarakat mengeluhkan kenaikan tagihan listrik, lantaran tagihan melonjak secara drastis tanpa pemberitahuan.

Bahkan ada seorang pemilik bengkel di Malang, Jawa Timur pun terpaksa membayar tagian listriknya yang mencapai 20 juta. 

Terbaru seorang penyanyi Tompi juga jengkel dengan tagihan listriknya.

Tompi mengungkapkan kekesalannya kepada PLN lantaran tagihan listriknya melonjak drastis.

Kekesalan itu diluapkan Tompi melalui akun twitternya bernama @dr_tompi pada (10/06/2020).

Penyanyi Tompi dan Glenn bersama cagub Basuki Tjahaja Purnama menghibur pendukung Ahok di Rumah Lembang, Rabu (25/1/2017).
Penyanyi Tompi dan Glenn bersama cagub Basuki Tjahaja Purnama menghibur pendukung Ahok di Rumah Lembang, Rabu (25/1/2017). (Tribunnews)

Ingin Beri Pelajaran PLN, Pemilik Bengkel Asal Malang Tetap Bayar Tagihan Listrik Senilai Rp 20 Juta

Penjelasan dan Alasan PLN Tarif Listrik Bulan Juni Bisa Meledak

Tanggapan PLN Lampung Terkait Kenaikan Listrik yang Dinilai Tidak Wajar

Dalam unggahan itu, Tompi melayangkan protes kepada PLN lantaran tagihan listriknya melonjak drastis.

Ia pun kesal lantaran tak ada pemberitahuan apa-apa dari pihak PLN sebelum menaikkan tagihan listriknya.

"TAGIHAN PLN MENGGILA!  Ini dari PLN kagak ada konfirmasi-konfirmasi main sikat aja," tulis Tompi.

TAGIHAN PLN MENGGILA! Ini dr PLN kagak ada konfirmasi2 main sikat aja

— dr tompi spBP (@dr_tompi) June 10, 2020
Protes yang dilayangkan Tompi akhirnya heboh hingga ramai menjadi perhatian para netizen.

Tak berselang lama, pihak PLN lantas merespon keluhan sang Penyanyi sekaligus dokter tersebut.

"Mohon maaf atas kendala yang dialami saat ini ya Kak.

Agar admin dapat melakukan pengecekan dapat dibantu Id pelanggannya via DM ya.Trims -Riko," tulis admin akun twitter @pln_123.

Mengetahui hal itu, Tompi pun langsung gercep membalas PLN dan mengaku akan segera mengirimkan ID pelanggan ke PLN.

Tak hanya itu, ia juga mengatakan kepada PLN bahwa kantor miliknya telah tutup selama 3 bulan.

"Besok saya kirim ya. Itu kantor kosong gak dipake karena hampir 3 bulan tutup," jawabnya.  

Besok sy kirim ya. Itu kantor kosong gak dipake krn hampir 3 bulan tutup 

— dr tompi spBP (@dr_tompi) June 10, 2020

Keesokan harinya, tagihan listrik Tompi yang mengalami lonjakan tersebut akhirnya terkuak usai dirinya berkomunikasi dengan pihak PLN.

Ia pun menyampaikan kepada publik bahwa selalu ada tarif minimum yang harus dibayarkan meski tak ada pemakaian.

Namun ia kesal lantaran hal semacam itu tak disampaikan secara gamblang oleh PLN hingga  membuat masyarakat bingung dan berpikir negatif.

"Pada tahu gak , kalo PLN itu ternyata : ada tarif minimum yang harus dibayarkan meski gak ada pemakaian (kecuali sistem prepaid / token isi ulang)".

"Nah kasus di gue ternyata harus bayar 2.1 jt per bulan meski gak dipake.  Yang disayangkan adalah hal-hal begini 'kurang terinfokan' di awal," tambahnya.

Pada tahu gak , kl PLN itu ternyata : ada tarif minimum yg harus dibayarkan meski gak ada pemakaian ( kecuali sistem prepaid / token isi ulang). Nah kasus di gw ternyata harus bayar 2.1 jt per bulan meski gak dipake. Yg disayangkan adalah hal2 bgini “kurang terinfokan “ di awal

— dr tompi spBP (@dr_tompi) June 11, 2020
Mengetahui hal itu, Tompi pun mengkritik PLN dan meminta agar dapat membenahi komunikasi publiknya.

"Saya rasa PLN perlu memperbaiki KOMUNIKASI PUBLIKnya dan lebih lugas / gamblang dalam penjelasan," tulis Tompi dalam cuitannya yang lain.

(*)

Artikel ini sudah tayang di grid id dengan judul : Geram Tagihan Listriknya Membengkak Padahal Kantor Tutup 3 Bulan, Tompi Ngamuk ke PLN : Kagak Ada Konfirmasi Main Sikat Aja!

Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved