Pangeran Arab Saudi Keturunan Raja Abdulaziz Al Saud Wafat Diduga akibat Covid-19

Sementara itu, Dr Nezar Bahabri sebagaimana dilansir Saudi Leaks membenarkan bahwa ada lebih dari 1.200 kasus infeksi virus corona kritis dirawat di k

Tayang:
Editor: Romi Rinando
AP
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID  Salah satu pangeran Arab Saudi, yaitu Pangeran Saud bin Abdullah bin Faisal bin Abdul Aziz Al Saud pada Kamis (11/6/2020) tewas diduga karena penyakit Covid-19 sebagaimana dilansir Middle East Monitor.

Kabar duka atas wafatnya pageran tersebut di umumkan langsung oleh pihak Pengadilan Kerajaan Arab Saudi.

Kematiannya diumumkan oleh Pengadilan Kerajaan sebagaimana dilansir media Saudi Press Agency namun tidak menjelaskan penyebabnya.

Sebuah pernyataan resmi yang menegaskan tentang kabar duka tersebut hingga menghiasi laman berita internasional.

Diketahui pangeran Saud bin Abdullah bin Faisal bin Abdulaziz Al Saud ini adalah merupakan keturunan dari salah satu raja Arab Saudi yakni Abdulaziz Al Saud.

Presiden Jokowi Tawarkan Dua BUMN, untuk Wujudkan Mimpi Putra Mahkota Arab, yang akan bangun konstruksi proyek kota masa depan di Arab Saudi
Presiden Jokowi Tawarkan Dua BUMN, untuk Wujudkan Mimpi Putra Mahkota Arab, yang akan bangun konstruksi proyek kota masa depan di Arab Saudi (net)

Bakal Dipamerkan di Abu Dhabi, Ini Lukisan Termahal di Dunia yang Dibeli Pangeran Arab

Kerap Dimanjakan Koper Penuh Berisi Uang, Inilah Model Cantik Pendamping Setia Pangeran Arab

Kondisi Terkini Pangeran Charles yang Positif Corona

Satu hari setelah kematian pangeran Saud itu, seorang sumber medis kerajaan Saudi mengungkapkan bahwa beberapa anggota kerajaan berada dalam perawatan di rumah sakit dan villa pribadi mereka setelah kesehatan mereka memburuk akibat virus corona.

Sebelumnya, New York Times telah melaporkan adanya 150 pangeran yang telah terkontaminasi Covid-19 termasuk Gubernur Riyadh, Faisal bin Bandar bin Abdul Aziz. 

Namun entah bagaimana mantan kepala intelijen Saudi, Turki Al Faisal mengatakan angka sebenarnya kurang dari 20 orang.

 Sementara itu, Dr Nezar Bahabri sebagaimana dilansir Saudi Leaks membenarkan bahwa ada lebih dari 1.200 kasus infeksi virus corona kritis dirawat di kerajaan itu menggunakan ventilator.

“Situasi di Jeddah dan Riyadh sangat memprihatinkan. Kami tidak mengharapkan kasus kritis mencapai angka ini, ”kata Bahabri dalam sebuah klip video.

Dia menambahkan, "Saya selalu optimis dan menyerukan agar tidak khawatir tentang peningkatan jumlah (kasus infeksi), tetapi saat itu jumlah kasus kritis tidak melebihi beberapa ratus orang."

Bahabri mengklaim lonjakan kasus kemungkinan terjadi dari peningkatan kontak sosial selama perayaan Idul Fitri pada 25 Mei.

Dia mengatakan pasien yang dia monitor mengklaim gejala mereka mulai menjelang akhir Ramadhan dan hari-hari pertama Idul Fitri.

Kemarin Reuters melaporkan bahwa jumlah infeksi virus corona di negara kaya minyak itu telah mencapai 100.000 kasus dengan lebih dari 700 kematian.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pangeran Arab Saudi Ini Tewas Diduga akibat Covid-19", 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved