Breaking News:

Bunda Eva

MTRH Lampung Semprot Disinfektan di Kaliawi, Durian Payung dan Palapa

MTRH Provinsi Lampung kembali ikut mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) dengan melakukan penyemprotan cairan disinfektan.

Penulis: Vincensius Soma Ferrer
Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Soma
Ilustrasi - Penyemprotan disinfektan di rumah warga oleh MTRH Lampung. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Majelis Taklim Rachmat Hidayat (MTRH) Provinsi Lampung kembali ikut mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) dengan melakukan penyemprotan cairan disinfektan.

Kali ini, kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan tersebut dilakukan di tiga kelurahan yang ada di Tanjungkarang Pusat.

Kelurahan tersebut ialah Kaliawi Induk, Palapa, dan Durian Payung.

Selain penyemprotan disinfektan, MTRH Provinsi Lampung juga memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk mewaspadai virus corona atau Covid-19.

Selain penyemprotan disinfektan, MTRH juga membagikan masker kepada masyarakat.

MTRH Lampung Semprot Disinfektan dan Bagikan Masker di Kecamatan Way Halim

MTRH Lampung Semprot Disinfektan di Tiga Kelurahan Kecamatan Enggal

Ketua MTRH Provinsi Lampung Eva Dwiana Herman HN kembali mengingatkan masyarakat agar menghindari penyebaran virus corona (Covid-19) dengan cara menjaga jarak.

Ia pun meminta kepada masyarakat untuk saling mengingatkan dan jangan ragu untuk memberikan teguran.

"Masyarakat Kota Bandar Lampung harus disiplin dan taat dalam aturan menjaga jarak. Jangan ragu untuk menegur seseorang yang tidak mengindahkan anjuran pemerintah," ujarnya.

Ia juga meminta kepada setiap masyarakat untuk bahu-membahu menjaga kesejukan kota Bandar Lampung dengan mematuhi protokol pencegahan virus corona.

"Marilah kita sama-sama menjaga kesejukan daerah yang kita cintai ini," serunya.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk menaati imbauan dan maklumat pemerintah.

Menghormati dan mengikuti fatwa MUI, dan juga aktif dalam menjaga imunitas tubuh dan meningkatkan keimanan.

"Ikhtiar itu wajib, disertai doa dan tawakal. Lalu wajib menaati imbauan dan maklumat pemerintah. Makan minum yang higinies, teratur, bergizi lagi halal dan toyyiban," ungkap Bunda Eva. (Tribunlampung.co.id/V Soma Ferrer)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved