Breaking News:

Tribun Lampung Selatan

Nilai Investasi Capai Rp 1 M, Pemkab Lamsel Terima Dua Pengajuan Usaha Skala Besar

Selama bulan Juni ada dua pengajuan perizinan usaha skala besar yang masuk online single system (OSS) di Dinas Penanaman Modal dan Perizinan

Penulis: Dedi Sutomo | Editor: soni
Rd.com
Ilustrasi. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Selama bulan Juni ada dua pengajuan perizinan usaha skala besar yang masuk online single system (OSS) di Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Lampung Selatan.

Kabid Perizinan Dinas PMPTSP Lampung Selatan, Pramudya Wardana mengatakan, memasuki akhir semester pertama 2020, investasi dan pengajuan izin usaha masih belum menunjukkan geliat yang berarti

Kondisi ini merupakan dampak dari pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak Maret lalu dan turut memengaruhi dunia usaha dan investasi.

"Untuk Juni ini ada dua yang besar untuk perizinan. Satu rencana pengembangan oleh Grand Elty Krakatoa Resort. Kemudian satu peternakan ayam perseorangan," kata dia kepada Tribun, Minggu (28/6).

Investasi Lampung Rp 9,6 Triliun, Hanya dalam Waktu 3 Bulan Januari-Maret 2020

Selain dua pengajuan izin usaha tersebut, terdapat beberapa pengajuan izin usaha berskala kecil. Untuk skala besar ini, lanjut Pramudya, nilai rencana investasinya bisa mencapai Rp 1 miliar.

Saat disinggung terkait dengan rencana pengembangan pabrik pengolahan baja di Desa Sukamarga Kecamatan Sidomulyo, dia mengatakan, saat ini untuk rencana pembangunan pabrik pengolahan baja tersebut masih menunggu Amdal.

Sementara untuk reklamasi pantai di Dusun Penobaan, Bakauheni, menurutnya, proses perizinannya ada di Pemerintah Provinsi Lampung.

"Untuk reklamasi pantai di Bakauheni perizinannya di pemprov. Kita belum tahu nantinya untuk kegiatan usaha apa. Karena merupakan kewenangan provinsi," ujar Pramudya.

Kerja Sama Investasi Tak Sesuai yang Dijanjikan, Ustaz Yusuf Mansyur Digugat

Terkait dengan rencana dan program promosi peluang investasi daerah. Ia mengatakan, masih akan menunggu perkembangan pada perubahan anggaran APBD 2020.

Karena alokasi anggaran sebelumnya pada ABPD murni mengalami pemangkasan dampak pandemi covid-19.

Pramudya Wardana mengatakan, kondisi pandemi covid-19 yang jumlah kasusnya terus bertambah di Indonesia saat ini potensial memberi dampak pada target-target tahun 2020, terutama pencapaian pendapatan asli daerah (PAD).

Untuk tahun 2020 ini, target PAD pada dinas PMPTSP Lampung Selatan mencapai Rp 18 miliar. Angka ini meningkat cukup signifikan dari target PAD tahun 2019 lalu yang hanya Rp 8 miliar.(ded)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved