Breaking News:

91 Juta Data Pribadi Pengguna Tokopedia Beredar di Medsos

Informasi nama, e-mail, dan nomor telepon yang valid, lanjut dia, juga memudahkan pelaku kriminal siber dalam melakukan profiling. Misalnya, dari nama

bisnis.tempo.co
Ilustrasi : 91 Juta Data Pribadi Pengguna Tokopedia Beredar di Medsos 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID  - Isu keamanan data pribadi masyarakat kembali mencuat.

Akun yang mengaku membocorkan 15 juta data Tokopedia pada Mei 2020 lalu dan mengaku memiliki 91 juta data pengguna Tokopedia, ternyata sudah menjual data tersebut. 

Kini bocoran data 91 juta pengguna Tokopedia muncul lewat link unduhan di sebuah grup Facebook.

Bocoran data ini antara lain berisi informasi e-mail, nama lengkap, dan nomor ponsel puluhan juta pengguna tersebut.

Lewat pernyataan tertulis, pihak Tokopedia menegaskan bahwa informasi password pengguna dilindungi dengan enkripsi, sehingga sulit dibuka oleh pihak lain, kalaupun bocor.

Ilustrasi
Ilustrasi (independent.co.uk)

Tokopedia Benarkan Ada Upaya Pencurian Data Pengguna, Diduga 15 Data Pengguna Bocor

Creative Talk DKV IIB Darmajaya Hadirkan Senior Social Media Specialist Tokopedia

Data di Tokopedia Bocor, Ini yang Harus Dilakukan Pengguna

"Kami telah melaporkan hal ini ke pihak kepolisian dan juga mengingatkan seluruh pihak untuk menghapus segala informasi yang memfasilitasi akses ke data yang diperoleh melalui cara yang melanggar hukum," ujar VP of Corporate Communications Tokopedia Nuraini Razak.

Meski demikian, Chairman Lembaga Riset Siber Indonesia Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) Pratama Persadha mengatakan bahwa nomor ponsel, nama, dan e-mail yang kadung bocor juga dapat digunakan untuk tindak kejahatan.

Pratama mencontohkan kejahatan phising atau scam. Dengan informasi nama dan nomor ponsel/e-mail, seseorang menghubungi korban dengan mengaku sebagai pihak Tokopedia, kemudian meminta uang atau coba mendapatkan informasi sensitif seperti password.

"Lebih dari itu, nomor-nomor tersebut sangat rentan disalahgunakan untuk tindak kejahatan serius dan berdampak luas, seperti menyebarkan hoaks," ujar Pratama kepada KompasTekno lewat pesan singkat, Minggu (5/7/2020).

Informasi nama, e-mail, dan nomor telepon yang valid, lanjut dia, juga memudahkan pelaku kriminal siber dalam melakukan profiling. Misalnya, dari nama bisa diketahui informasi seperti suku dan agama.

Halaman
12
Editor: Romi Rinando
Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved