Ceramah Ustaz
Ceramah Ustaz Adi Hidayat Menyiapkan Generasi Islam Terbaik
Menurut Ustaz Adi Hidayat, Hannah sudah menyiapkan generasi terbaik sejak dalam kandungan.
Penulis: Wakos Reza Gautama | Editor: wakos reza gautama
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Ceramah Ustaz Adi Hidayat kali ini membahas mengenai pendidikan di lingkup keluarga secara islami.
Ustaz Adi Hidayat memberikan ceramah dengan pendidikan keluarga lewat akun YouTube Adi Hidayat Official berjudul "Pertanda Eps#3 - Mendidik Anak Sejak Dini, Inspirasi keluarga Imran - Ustadz Adi Hidayat".
Ustaz Adi Hidayat memberikan contoh lewat kehidupan keluarga Imran.
Menurut Ustaz Adi Hidayat, Imran bukanlah nabi namun keluarga besarnya begitu dimuliakan dalam Alquran.
"Bahkan terpilih menjadi satu diantara 114 surat yang difirmankan Allah SWT," ujar Ustaz Adi Hidayat.
Kata Ustaz Adi Hidayat, Imran menyiapkan keluarga besarnya bukan sekadar rumah tangga biasa.
• Ceramah Ustaz Adi Hidayat Beri Peringatan ke Orang yang Suka Pamer Kekayaan
• Ceramah Ustaz Abdul Somad Bahas Hukum Arisan Hewan Kurban
Imran bersama istrinya Hanna membangun tarbiyah di rumah tangga yang dibingkai dengan sakinah, mawaddah rahmat.
"Imran dan Hannah kompak menyiapkan generasi terbaik yang diridoi Allah SWT yang dimulai dari perencanaan sejak sebelum Hannah mengandung," ujar Ustaz Adi Hidayat.
Cita-cita Imran dan Hannah adalah mesti ada keturunan yang dekat dengan Allah, menjaga martabat, dimuliakan dalam lingkup dunia akhirat dan membawa kebanggaan keluarga besar ketika kembali menghadap Allah SWT.
Menurut Ustaz Adi Hidayat, Hannah sudah menyiapkan generasi terbaik sejak dalam kandungan.
Ia sudah bermohon kepada Allah SWT agar kelak bayi yang dikandungnya diberikan taufik oleh Allah menjadi hamba terpilih dalam keadaan dekat dengan Allah mengabdi dalam nilai ketaatan dan mendapat bimbingan dan penjagaan spesial dari Allah SWT.
Imran dan Hannah berharap bayinya berjenis kelamin laki-laki. Namun Allah SWT berkehendak lain.
Ketika bayinya terlahir, ternyata berjenis kelamin perempuan.
"Namun dahsyatnya diberi nama sesuai nama perencanaan semula sebagai hamba yang menjaga diri dari segala perbuatan yang Allah tidak ridai sekaligus bisa membangun ketaatan pada Allah SWT. Maryam nama anaknya," jelas Ustaz Adi Hidayat.
Imran dan Hannah tidak sekadar mencukupkan harapan pada sebuah doa yang dibangun ketika bayinya lahir.
Keduanya kompak menyiapkan tempat terbaik agar Maryam bisa konsentrasi mendekat ke Allah.
"Mihrab menjadi tempat pilihan," ujar Ustaz Adi Hidayat.
Bukan sekadar mihrab, Imran dan Hannah punya visi bahwa ibadah mesti disertai ilmu yang benar, pembimbing yang tepat.
"Maka dipilihlah orang paling pintar, bijak, soleh di zamannya yaitu Nabi Zakaria as," ucap Ustaz Adi Hidayat.
"Ketika perencanaan dilakukan, cita-cita dibangun, nama disematkan, doa dilantunkan, tempat disiapkan, pembimbing diadakan, petunjuk dimintakan kepada Allah.
"Apa jawaban dari semua itu? maka Allah langsung menerima seluruh ikhtiar itu, mengambil alih seluruh tarbiyah, pemberian rizki kepada Maryam," kata Ustaz Adi Hidayat.
Dari semua ikhtiar itu, menurut Ustaz Adi Hidayat, Allah menerimanya dan memberi perhatian kepada Maryam dari sejak tumbuh berkembang sampai dijaga Allah dalam semua etape kehidupannya.
"Bila Allah sudah menjaga seorang hamba, maka tidak berkehendak ada hamba lain turut campur sehingga Nabi Zakaria setiap mengantar kebutuhan Maryam maka Allah sudah menyiapkan sebelumnya," ucapnya.
"Orang-orang yang diberikan tarbiyah uluhiyah sejak dini, membangun ketaatan, membangun ketakwaan sehingga tidak keluar dari lisannya kecuali semua yang mendekatkan dirinya dengan Allah," ujar Ustaz Adi Hidayat.
Maryam bukan nabi, bukan rasul, Imran bukan nabi, bukan rasul pun Hannah.
"Keluarga ini manusia seperti kita namun mendapat keistimewaan dari Allah karena mereka membangun tarbiyah keluarga yang bercita-cita mendekatkan diri kepada Allah SWT," kata Ustaz Adi Hidayat.
Lewat kisah ini, kata Ustaz Adi Hidayat, Allah ingin memberi pesan bahwa manusia manapun bukan nabi bukan rasul namun berusaha membangun ketakwaan diri kepada Allah akan mendapat perhatian dari Allah SWT.
"Siapkan sejak dini anak anda mau punya passion apa, apakah seorang ahli tafsir, apakah seorang ahli hadis, apakah seorang ahli fikih, siapkan bahkan sebelum hadir di kandungan," tutur Ustaz Adi Hidayat.
"Berikan ia nama sesuai harapan cita-cita yang orang tuanya telah menyiapkannya.
Berikan fasitilitas tempat yang menjadikan anak yang diharapkan dengan nama yang disematkan dekat kepada cita-cita yang ditetapkan," lanjutnya.
Misal ingin anak jadi ahli Alquran, berikan tempat yang bisa membuat lekat dengan Alquran.
Hiasi tempatnya dengan mushaf yang mudah dibaca.
Cari pembimbing terbaik yang bisa mengarahkan anak itu ke cita-cita sesuai petunjuk Allah.
Biar takdir Allah yang berjalan.
(Tribunlampung.co.id)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ustaz-adi-hidayat-ceramah-tentang-menyiapkan-generasi-terbaik.jpg)