Ceramah Ustaz

Ceramah Ustaz Adi Hidayat tentang Zikir di Masa Lockdown

Ustaz Adi Hidayat mengatakan, Nabi Yunus pernah mengalami ujian lockdown dalam perut ikan paus.

Tayang:
Penulis: Wakos Reza Gautama | Editor: wakos reza gautama
YouTube Adi Hidayat Official
Ustaz Adi Hidayat ceramah tentang zikir di masa lockdown 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Ceramah Ustaz Adi Hidayat kali ini membahas mengenai kisah Nabi Yunus.

Ada hikmah yang bisa dipetik di balik kisah Nabi Yunus. 

Dalam ceramahnya di YouTube Adi Hidayat Official, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan hikmah yang terkandung di balik kisah Nabi Yunus. 

Ustaz Adi Hidayat mengatakan, Nabi Yunus pernah mengalami ujian lockdown dalam perut ikan paus. 

Dalam keadaan gelap gulita di dalam perut ikan paus, menimbulkan keresahan di dalam diri Nabi Yunus. 

Hingga Nabi Yunus pun bertanya dalam hatinya apakah akan selamat dari dalam perut ikan paus. 

Ceramah Ustaz Adi Hidayat Menyiapkan Generasi Islam Terbaik

Ceramah Ustaz Abdul Somad Bahas Hukum Mandi Junub Pakai Air Hangat

"Keadaan yang gelap gulita, keadaan yang tak jarang menghasilkan kegelisahan, menghilangkan ketentraman hingga fitrah kemanusiaan beliau bertanya apakah mungkin akan selamat dalam situasi lockdown?" ujar Ustaz Adi Hidayat dalam video berjudul PERTANDA EPS#2 - Hikmah Kisah Nabi Yunus - Dzikir saat " Lockdown " - USTADZ ADI HIDAYAT".

Namun demikian, Allah SWT mengajarkan Nabi Yunus satu zikir luar biasa. 

"Yang dengan kalimat itu Allah berkenan akan menghempaskan segala kesulitan, membuka setiap lockdown yang menutupi dan menghadirkan solusi dari sisi yang tak pernah kita duga," kata Ustaz Adi Hidayat.

Kisah Nabi Yunus ini tertuang di dalam Alquran Surat 21 Al Anbiya tentang Kisah Para Nabi ayat 87-88. 

Menurut Ustaz Adi Hidayat, Nabi Yunus dibimbing Allah untuk berzikir kalimat

lā ilāha illā anta sub-ḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn

(Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim)

Ada tiga bagian penting dalam kalimat zikir tersebut. 

1.Makna lā ilāha illā anta

lā ilāha illā anta adalah satu diantara tiga bagian penting dari kalimat zikir yang diajarkan Allah SWT.

Kalimat lā ilāha illā anta ini mengandung makna Tidak Ada Tuhan ya Allah Selain Engkau. 

"Ini menunjukkan aspek kekuatan tauhid pada nilai kesadaran diri, ketawakalan diri kita terhadap Allah dengan segala sifat keutamaannya," ujar Ustaz Adi Hidayat

"Ketika anda yakin dengan Allah sepenuh jiwa, sepenuh hati, sepenuh nurani sepenuh tubuh kemanusiaan anda dan berharap dengan sempurna kepada Allah maka disitulah kuasa Allah akan diturunkan."

"Membuka segala kesulitan, menghempaskan segala kesusahan dan memberikan segala kemudahan yang anda harapkan bahkan jauh melampaui dari apa yang anda bayangkan," jelas Ustaz Adi Hidayat

2. Makna sub-ḥānaka

Untuk mendatangkan seluruh kemantapan tauhid ini, maka anda mesti menepikan segala hal yang tidak layak disandang Allah SWT. 

Kalimat sub-ḥān jika dilekatkan kepada Allah maka diantara makna utamanya menepikan, meninggalkan, menanggalkan segala sifat dan hal-hal yang tidak terkait dengan keagungan Allah SWT. 

Kesulitan yang kita hadapi jangan sampai menimbulkan prasangka tidak baik terhadap Allah SWT. 

3. Makna innī kuntu minaẓ-ẓālimīn

Mungkin situasi ini sebagai ujian karena dulu kita pernah salah, pernah keliru. 

"Evaluasi diri. Mengapa orang lain dalam situasi lockdown bisa tenang, nyaman, tentram,hatinya tenang, hatinya damai. Anda gelisah. Rumah mewah harta banyak tapi tidak menikmati apa yang sekarang anda dapati," ujar Ustaz Adi Hidayat

Ketika Nabi Yunus membaca zikir lā ilāha illā anta sub-ḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn, kata Ustaz Adi Hidayat, Allah tidak menunggu lama untuk mengabulkan doa Nabi Yunus. 

Allah pun menyelamatkan Nabi Yunus dari perut ikan paus. 

Zikir ini tidak hanya berlaku bagi Nabi Yunus namun juga bagi orang beriman. 

Jika ada orang beriman mengalami situasi serupa seperti Nabi Yunus, misa corona, maka dianjurkan membaca zikir ini. 

"Allah telah mengajarkan zikir yang bila dibaca dengan tingkat tauhid yang tinggi, kedekatan kuat dengan Allah, tawakal yang memuncak dan berani mengoreksi diri maka janji Allah akan diberikan," tutur Ustaz Adi Hidayat.

(Tribunlampung.co.id)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved