Berita Nasional

Terawan Disebut Menteri Kesayangan Presiden Jokowi

"Kalau isu soal reshuffle, percayalah Pak Terawan ini, enggak banyak orang yang tahu, ini menteri kesayangan Pak Jokowi

Editor: taryono
KOMPAS.com/RAKHMAT NUR HAKIM
Terawan Agus Putranto. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengatakan, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto adalah menteri kesayangan Presiden Joko Widodo.

Zulkifli meyakini, Terawan tidak akan kena reshuffle dari jajaran Kabinet Indonesia Maju.

Hal ini disampaikan Zulkifli saat menyampaikan pidato dalam acara Peluncuran Buku "Menghadang Corona: Advokasi Publik di Masa Pandemi" karya Saleh Daulay secara virtual, Jumat (10/7/2020).

"Kalau isu soal reshuffle, percayalah Pak Terawan ini, enggak banyak orang yang tahu, ini menteri kesayangan Pak Jokowi. Jadi kalau ada reshuffle, InsyaAllah enggak mungkin di-reshuffle itu Pak Menteri Kesehatan," kata Zulkifli.

Terawan sendiri hadir dalam acara yang diadakan Fraksi PAN DPR RI tersebut.

Zulkifli di awal acara menyapa Terawan sebagai sahabatnya.

"Pak menteri terima kasih atas kesediaan hadir dan selamat ulang tahun untuk ibu dan sehat selalu. Pak menteri ini adalah sahabat saya," ujarnya.

TONTON JUGA:

 Kabar Duka Datang dari Artis Augie Fantinus

 VIDEO Viral Seorang Ibu Ngamuk di Depan Penghulu, Pernikahan di Musala Batal

 Sinopsis Samudra Cinta Malam Ini Episode 299 Jumat 10 Juli 2020 di SCTV, Cinta Kecelakaan?

 Prilly Latuconsina Tunjukkan Rumah Mewah Impiannya: Ini Bukan Pamer Guys

 VIDEO Keluar Penjara Roro Fitria Bayar Rp 240 Juta untuk Reparasi Mobil Mewahnya

Presiden Joko Widodo sebelumnya, menyampaikan ancaman reshuffle kabinet di hadapan para menterinya saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta pada 18 Juni 2020 silam.

Informasi ini baru terungkap dalam video yang ditayangkan akun YouTube Sekretariat Presiden pada Minggu (28/6/2020).

Mulanya saat membuka rapat, Jokowi menyampaikan kejengkelannya kepada para menteri lantaran masih bekerja secara biasa saja di masa krisis seperti ini.

 Padahal, Presiden Jokowi meminta ada kebijakan luar biasa untuk menangani krisis, baik itu pandemi Covid-19 dan dampaknya terhadap perokonomian.

"Langkah extraordinary ini betul-betul harus kita lakukan. Dan saya membuka yang namanya entah langkah politik, entah langkah pemerintahan," kata Jokowi.

"Akan saya buka. Langkah apa pun yang extraordinary akan saya lakukan. Untuk 267 juta rakyat kita. Untuk negara," ucap Presiden.

Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta ini, langkah extraordinary itu bisa dalam bentuk mengeluarkan aturan tertentu, bahkan pembubaran lembaga dan perombakan kabinet atau reshuffle.

Ia lantas menyampaikan ancaman reshuffle bagi menterinya yang masih bekerja biasa-biasa saja.

"Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran ke mana-mana saya," ucap Jokowi.

TONTON JUGA:

sumber: Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved